Tangis Pecah di Donohudan, Pesan Gubernur Ahmad Luthfi Bikin Merinding
BOYOLALI, Jatengdata.com – Deru napas lega berpadu dengan isak tangis langsung pecah tatkala rombongan pertama tamu Allah menjejakkan kaki di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa malam. Di tengah keriuhan sujud syukur para jemaah haji Embarkasi Solo asal Tegal ini, hadir sapaan hangat yang menyejukkan dan sarat makna dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Malam itu, udara di Asrama Haji Donohudan mendadak menghangat. Suara deru mesin bus yang membelah keheningan berganti menjadi riuh rendah isak tangis. Sebanyak 360 orang jemaah haji Embarkasi Solo kloter pertama menjejakkan kaki kembali di Bumi Pertiwi. Mereka membawa pulang kerinduan yang mengalir deras di antara deretan koper dan pelukan keluarga.
Begitu ujung sepatu menyentuh aspal, sepasang suami istri asal Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, langsung merundukkan badan. Imam Subekhi dan Hamidah bersujud syukur di tengah keramaian. Gerakan sederhana ini merekam ribuan makna kelegaan setelah mereka menuntaskan ibadah panjang di Makkah, Madinah, hingga Mina.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, hari ini sudah sampai tanah air. Terima kasih pemerintah dan semuanya yang telah melayani kami dengan baik. Selama di sana terlayani dengan baik sampai di Arafah, baik makanan maupun tenda atau pondok,” ujar Subekhi.
Penantian Belasan Tahun dan Senyum Ahmad Luthfi
Rasa syukur serupa juga merayap di dada Diah Karlita dan suaminya, Ali Yusni. Selama 14 tahun mereka merajut asa dan merawat kesabaran demi menanti sebuah panggilan suci.
“Bersyukur akhirnya dapat panggilan bisa melaksanakan haji, semoga ibadah diterima oleh Allah SWT. Pelayanan sejak berangkat, di tanah suci, sampai pulang baik dan tidak ada kendala,” tuturnya. Suara Diah gagal menyembunyikan rasa haru.
Di tengah pusaran emosi itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, langsung menyusuri barisan untuk menyapa para tamu Allah. Ia memandu langkah para jemaah sepuh dan menggenggam erat tangan mereka yang masih menyisakan kelelahan. Interaksi tanpa sekat ini memancarkan kehangatan seorang pemimpin yang menyambut kepulangan keluarga besarnya.
Dalam pandangannya, ribuan jemaah haji Embarkasi Solo yang berangkat tahun ini bukanlah sekadar angka statistik. Mereka memanggul harapan baru sebagai agen perubahan.
“Sangat terharu sekali. Ini aset bagi kita untuk mengubah perilaku sebagai haji yang mabrur, baik bagi dirinya, keluarga, maupun masyarakat sekitar,” kata Ahmad Luthfi di hadapan para jemaah.
Pesan itu menegaskan bahwa para jemaah baru memulai ujian predikat haji mabrur sejati ketika mereka kembali membaur di lingkungan masing-masing. Pemerintah, menurutnya, akan terus memperkuat kualitas pelayanan ibadah haji sebagai wujud penghormatan agung negara.
“Evaluasi tentu akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan semakin prima,” ujarnya.
Kepulangan jemaah haji Embarkasi Solo kloter pertama malam itu bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan fisik. Mengingat 27 jemaah berpulang di Tanah Suci dan puluhan lainnya menunda keberangkatan, rasa syukur mereka yang kembali dengan selamat meluap berlipat ganda.
Pada akhirnya, rangkulan Ahmad Luthfi di Asrama Haji Donohudan menjadi pengingat tulus; para tamu Allah tidak sekadar memamerkan piala kebanggaan lewat gelar haji mabrur, melainkan harus menyalakan pelita kepedulian yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.