Tampil di Forum Internasional Malaysia, Guru Besar UIN Walisongo Gaungkan Strategi Dakwah Digital Gen Z
KUALA LUMPUR, Jatengdata.com – Kepakaran akademisi UIN Walisongo Semarang kembali meraih pengakuan bergengsi di panggung akademik internasional. Dosen Pascasarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Prof. Dr. H. Najahan Musyafak, M.A., tampil sebagai pembicara utama (keynote speaker) di Malaysia. Ia membedah strategi dakwah digital dan moderasi beragama pada forum International Conference on Da’wah and Islamic Management (IC-DAIM 2026), 27–28 Oktober 2026.
Program Pengurusan Dakwah dan Islam, Fakulti Kepimpinan dan Pengurusan (FKP), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menyelenggarakan konferensi ini di International Youth Centre, Kuala Lumpur. Pihak FKP USIM turut menggandeng Mizan Research Centre (MRC) sebagai penyelenggara pendamping (co-host).
Adapun forum ilmiah tersebut mengusung tema “Actionable Da’wah: Building Resilient Communities in Times of Uncertainty” guna memperkuat ketahanan masyarakat di tengah ketidakpastian zaman.
Strategi Dakwah Digital dan Moderasi Beragama Gen Z
Pada hari kedua konferensi, Rabu (28/10/2026), Prof. Najahan mengisi Keynote Session 2 di hadapan para delegasi mancanegara. Ia membawakan materi berjudul “Creative Digital Da’wah Communication Strategies in Building Religious Moderation among Indonesian Gen Z”.
Dalam paparannya, Prof. Najahan menyoroti pentingnya strategi komunikasi dakwah digital yang kreatif dan relevan bagi generasi Z. Kelompok usia muda ini tumbuh dan berinteraksi secara intens di ruang digital setiap hari.
Menurut Prof. Najahan, para pendakwah perlu mengemas pesan keagamaan di media sosial secara inovatif dan menyejukkan. Pendekatan kreatif tersebut mampu menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, seperti sikap toleransi, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Lebih jauh, konten yang sejuk juga membentengi generasi Z dari ancaman paham ekstrem serta polarisasi sosial di dunia maya.
Perkuat Jejaring Global UIN Walisongo Semarang
Selain Prof. Najahan, konferensi bergengsi ini juga menghadirkan sejumlah tokoh akademisi dan pemikir dakwah terkemuka dari Malaysia serta kawasan regional. Deretan pembicara utama pada sesi hari pertama meliputi Tan Sri Dato’ Sri Dr. Yusof bin Haji Md Noor, Prof. Emeritus Tan Sri Dato’ Dzulkifli Abd Razak, dan Prof. Dr. Khairuddin Al-Junied.
Kehadiran Prof. Najahan sebagai wakil Indonesia membuktikan pengakuan dunia atas kepakaran akademisi UIN Walisongo Semarang dalam bidang dakwah dan komunikasi.
Selain itu, partisipasi aktif di Malaysia ini memperkuat posisi Prodi Pascasarjana KPI FDK UIN Walisongo Semarang dalam jejaring akademik global. Gagasan strategis seputar dakwah digital dan moderasi beragama bagi generasi Z tersebut sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mengembangkan kajian keislaman yang adaptif terhadap teknologi serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.