Jateng Tekan Kemiskinan Hingga 9,21 Persen, Raih Penghargaan Mandaya Award 2026
JAKARTA, Jatengdata.com – Provinsi Jawa Tengah terus mencatatkan tren penurunan angka kemiskinan yang sangat signifikan. Pemerintah daerah berhasil menekan tingkat kemiskinan hingga menyentuh angka 9,21 persen atau setara 3,29 juta orang per Maret 2026. Capaian ini merosot tajam dari posisi 9,39 persen pada September 2025.
Efektivitas model collaborative government atau pendekatan “keroyokan” secara konsisten mendorong keberhasilan penurunan kemiskinan tersebut. Strategi pemberdayaan terpadu ini resmi mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet penghargaan bergengsi Mandaya Award 2026. Pemprov Jateng memenangkan kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima langsung penghargaan prestisius dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut. Acara puncak penganugerahan ini berlangsung di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Intervensi Nyata Lewat Program Terpadu
Di balik capaian statistik yang impresif tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembagian bantuan sosial saja tidak cukup menyelesaikan persoalan kemiskinan. Pemerintah daerah wajib memberi warga produktif ruang, akses permodalan, serta pelatihan agar mereka mandiri secara ekonomi.
Pemprov Jateng mewujudkan langkah taktis ini melalui sejumlah program unggulan yang menyentuh langsung akar rumput. Pertama, pemerintah memperluas Program Kecamatan Berdaya hingga 145 titik guna memperpendek rentang kendali pelayanan publik dari provinsi langsung ke desa.
Selain itu, Pemprov menggandeng 177 perguruan tinggi untuk menerjunkan para akademisi lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Para akademisi ini membantu memetakan persoalan warga sekaligus mengawal program satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) satu desa dampingan yang telah berjalan lebih dari lima tahun.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jateng, Syamsudin Isnaini, turut merinci strategi “keroyokan” tersebut. Pendekatan ini menggabungkan pelatihan keterampilan, suntikan modal, dukungan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), hingga optimalisasi dana Baznas. Program ini tidak hanya menyasar kelompok rentan, tetapi juga membidik pemuda dan warga usia produktif yang membutuhkan akses lapangan kerja.
Bukti Nyata di Berbagai Daerah
Masyarakat di berbagai kabupaten kini turut merasakan dampak positif dari transformasi penanganan kemiskinan ini secara merata. Hasilnya, sejumlah pemerintah daerah di Jawa Tengah sukses memborong penghargaan nasional dalam ajang yang sama.
Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo berhasil meraih predikat sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan sukses menyabet penghargaan kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para kepala daerah di Jawa Tengah. Menurut Cak Imin, peran aktif pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta secara nyata menurunkan angka kemiskinan nasional dalam dua tahun terakhir. Seluruh elemen ini bergotong royong memberdayakan masyarakat menuju kemandirian.
Bagi Pemprov Jateng, Mandaya Award 2026 bukan sekadar trofi pencapaian angka statistik semata. Penghargaan ini membuktikan bahwa pembangunan daerah benar-benar membuka kesempatan hidup yang lebih sejahtera bagi seluruh warga.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.