Semarak Hari Santri 2026 Jateng, Dari Ngaji Bandongan ASN Hingga Jateng Bersholawat

19 Oktober 2026, 18:52 WIB • 2 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bersama KH Ubaidillah Shodaqoh duduk lesehan memimpin tradisi Ngaji Bandongan ASN Pemprov Jateng dalam peringatan Hari Santri 2026 Jateng.
NGAJI BANDONGAN HARI SANTRI – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (tengah memegang mikrofon) didampingi ulama KH Ubaidillah Shodaqoh (kedua dari kanan) saat memimpin tradisi Ngaji Bandongan bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (19/10/2026). Kajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri 2026 Jateng guna memperkuat akhlak dan spiritualitas pelayanan publik para abdi negara. (Foto: Dok. Humas/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi memulai rangkaian peringatan Hari Santri 2026 Jateng melalui tradisi Ngaji Bandongan di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (19/10/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memimpin langsung kegiatan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), perwakilan akademisi, serta sejumlah organisasi masyarakat tersebut. Peringatan tahun ini mengusung tema besar bertajuk “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Dalam forum keagamaan tersebut, Wagub Taj Yasin menghadirkan KH Ubaidillah Shodaqoh untuk membedah Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Kitab ini merupakan karya tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari.

Menurut Wagub yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini, tradisi pesantren membuka ruang bagi masyarakat umum guna memperkuat akhlak dan pemahaman agama di tengah derasnya dinamika sosial.

“Ini yang memang hari ini kita butuh, pelajaran-pelajaran yang sifatnya seperti ini,” kata Taj Yasin.

Oleh karena itu, Gus Yasin mendorong keberlanjutan tradisi keilmuan ini, terutama dalam upaya membangun karakter unggul generasi muda. Ia mengusulkan agar para ASN serta pihak terkait melanjutkan kajian kitab tersebut secara rutin di lingkungan masjid milik Pemprov Jawa Tengah.

“Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim yang berjumlah 110 halaman tidak mungkin diselesaikan pada hari ini saja. Maka memang ilmu itu harus berkesinambungan,” ujarnya.

Tarbiyah Spiritual ASN dan Aneka Layanan Masyarakat

Lebih lanjut, Gus Yasin mengingatkan para ASN dan pemimpin pemerintahan agar meneladani Imam Bukhari dan Presiden Soekarno dalam menghormati ulama serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ia meyakini nilai-nilai luhur tersebut mampu menumbuhkan komitmen pelayanan publik yang lebih baik dan ikhlas dari dalam jiwa.

“Ini bagian dari tarbiyah. Kalau belajar itu hanya pengetahuan saja, tetapi kalau yang bernama tarbiyah itu sampai ke hati,” tuturnya.

Sementara itu, rangkaian perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat provinsi ini bergulir selama sepekan penuh mulai tanggal 15 hingga 22 Oktober 2026. Pemerintah merencanakan berbagai aksi nyata di Kabupaten Pemalang. Kegiatannya antara lain gerakan resik-resik pondok pesantren melalui tradisi ro’an (kerja bakti).

Selain itu, panitia turut menggulirkan program Santri dan Pesantren Sehat. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), hingga edukasi pola hidup bersih.

Adapun instansi pendidikan jenjang formal dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di seluruh pelosok Jawa Tengah juga turut memeriahkan suasana. Mereka menggelar gerakan literasi membaca Al-Qur’an selama sepekan.

Sebagai penutup rangkaian, Kota Tegal bersiap menjadi tuan rumah puncak perayaan pada 22 Oktober 2026 mendatang. Panitia mematangkan serangkaian agenda akbar, mulai dari sarasehan santri, lantunan Jateng Bersholawat, hingga pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Santri 2026 Jateng.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.