Balita Tak Lagi Menangis, Ini Cara Posyandu Daleman Tarik Minat Warga

31 Agustus 2026, 22:38 WIB • 2 menit baca
Kader kesehatan dan warga berinteraksi secara hangat dalam pelayanan kesehatan anak di Posyandu Dusun Daleman Tuntang guna memantau gizi balita.
Kegiatan pemantauan tumbuh kembang dan pelayanan kesehatan anak di Posyandu Dusun Daleman, Desa Tuntang. Suasana Posyandu ramah anak membuat warga nyaman saat mengantre pemeriksaan

TUNTANG, SEMARANG, Jatengdata.com – Suasana pemeriksaan kesehatan anak yang kerap identik dengan tangisan dan rasa takut kini berubah drastis di Dusun Daleman, Tuntang. Pendekatan komunikatif dan ramah membuat balita justru antusias mengikuti rangkaian penimbangan berat badan hingga pengecekan gizi.

Pemeriksaan rutin balita sering kali menjadi momen menegangkan bagi anak maupun orang tua di berbagai daerah. Namun, Posyandu Dusun Daleman, Desa Tuntang, Kabupaten Semarang, berhasil mematahkan stigma tersebut. Masyarakat kini berbondong-bondong membawa anak mereka berkat suasana pelayanan yang nyaman.

Perubahan suasana ini tidak lepas dari kehadiran mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang sebagai tenaga pendamping tambahan. Para pemuda ini berkolaborasi erat dengan kader kesehatan setempat. Mereka turun langsung mencairkan suasana saat alur pendaftaran, penimbangan berat badan, hingga pengukuran tinggi anak.

Mengubah Rasa Takut Menjadi Antusiasme

Pendekatan interaktif membuat anak-anak tidak lagi merasa kaku saat menjalani pemeriksaan. Ketakutan balita menghadapi alat ukur maupun petugas sukses diatasi melalui komunikasi yang hangat. Terobosan ini secara otomatis mempercepat proses pelayanan dan mengurangi antrean panjang warga desa.

Bagi masyarakat Dusun Daleman, fasilitas kesehatan ini menjadi ujung tombak pemantauan gizi buah hati mereka. Edukasi kesehatan terbukti berjalan lebih efektif ketika warga merasa nyaman dengan pola pelayanannya. Kesadaran orang tua mengenai pentingnya grafik tumbuh kembang anak pun berangsur meningkat tajam.

“Kami melihat Posyandu sebagai salah satu kegiatan masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga dan memantau kesehatan, khususnya ibu dan anak. Karena itu, kami dari KKN Posko 44 berusaha ikut terlibat dan membantu kegiatan yang ada di Dusun Daleman. Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat meskipun melalui hal-hal sederhana,” ujar Adib Zainul Musthofa, selaku perwakilan tim pendamping kegiatan.

Fasilitas penimbangan rutin ini kini berkembang menjadi ruang edukasi komprehensif bagi warga. Para orang tua lebih leluasa berdiskusi mengenai asupan nutrisi yang tepat bagi balita mereka. Interaksi aktif ini efektif memutus rantai misinformasi seputar kesehatan anak di wilayah pedesaan.

Antusiasme warga Dusun Daleman mencerminkan keberhasilan pendekatan kolaboratif dalam layanan kesehatan dasar. Sinergi antara kader Posyandu, warga, dan mahasiswa pendamping berhasil menciptakan ekosistem peduli gizi balita. Langkah nyata berbasis kepedulian ini menjadi investasi berharga demi memastikan lahirnya generasi penerus yang terbebas dari masalah kesehatan.

Kontributor: Tim KKN MIT Posko 44 UIN Walisongo Semarang
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.