Mulai Usia 20 Hingga 61 Tahun, Wisuda ke-184 Undip Cetak Sejarah

29 Oktober 2026, 17:21 WIB • 4 menit baca
Sejumlah wisudawan Wisuda Undip tersenyum sumringah sambil berswafoto dan menunjukkan ijazah pada prosesi Wisuda ke-184 di Muladi Dome Kampus Tembalang Semarang.
MOMEN KEBAHAGIAAN WISUDA – Sejumlah wisudawan Wisuda Undip mengabadikan momen kebahagiaan dengan berswafoto bersama map ijazah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda ke-184 di Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, Semarang. Prosesi ini mencetak sejarah dengan rentang usia wisudawan dari 20 hingga 61 tahun. (Foto: Dok. Undip/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Universitas Diponegoro (Undip) menorehkan sejarah baru pada pelaksanaan Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda ke-184 Tahun 2026. Berlangsung selama empat hari pada 27–30 Oktober 2026 di Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, momentum wisuda kali ini mencetak sejarah lewat rentang usia wisudawan yang sangat luas, yakni dari usia 20 tahun hingga 61 tahun.

Undip mengukuhkan sebanyak 3.285 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dalam prosesi tersebut. Momentum ini sekaligus memperkuat komitmen institusi sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Rektor menegaskan bahwa pencapaian akademik para lulusan menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Capaian Akademik dan Komitmen Kampus Berdampak

Rektor memaparkan sejumlah capaian Undip dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari sisi reputasi akademik, Undip menempati posisi ke-4 sebagai perguruan tinggi paling diminati melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Universitas juga bangga atas masuknya 7 dosen dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide versi Elsevier tahun 2026.

Undip menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui raihan peringkat ke-20 dunia, ke-3 di Asia, dan ke-2 di Indonesia dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2026. Rektor menegaskan bahwa berbagai pencapaian tersebut mewujudkan visi Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat bagi masyarakat luas.

Inovasi Riset dan Pengabdian Nyata untuk Masyarakat Pesisir

Undip mewujudkan komitmen nyata melalui pengembangan teknologi pengolahan air bersih berupa inovasi mesin desalinasi. Universitas menerapkan teknologi ini di 11 titik wilayah pesisir Pantura, Maluku, Nusakambangan, serta menyalurkannya sebagai bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.

Pihak kampus turut mengembangkan program hilirisasi produk perikanan melalui ekspor ikan teri ke Jepang, Singapura, and Sri Lanka guna memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini melibatkan sekitar 1.200 nelayan dengan 100 kapal serta membuka kesempatan kerja bagi 200 tenaga kerja perempuan. Selain itu, Undip memperkenalkan teknologi Pengering Rumput Laut Surya-Biomassa guna mendongkrak nilai tambah produk budidaya kelautan di Brebes.

Mahasiswa Undip menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Tim Antawirya menyabet juara pertama pada dua kategori Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Tim Pocalunar mengukir dua prestasi gemilang di Malaysia Chem-E-Car Competition 2026 sekaligus mengamankan tiket wakil Asia menuju World Championship Shell Eco-Marathon 2027.

Transformasi Layanan Akademik dan Profil Lulusan Bersejarah

Ketua Senat Akademik Undip, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa wisuda menandai puncak perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.

“Universitas Diponegoro terus berupaya mencetak lulusan dengan kompetensi terbaik,” ungkapnya.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., melaporkan bahwa 3.285 wisudawan mengikuti Wisuda ke-184. Jumlah tersebut mencakup 46 lulusan program doktor, 222 lulusan magister, 44 lulusan spesialis, 193 lulusan profesi, 2.318 lulusan sarjana, dan 462 lulusan sarjana terapan. Sebanyak 1.843 wisudawan atau 56,10 persen berhasil meraih predikat cumlaude.

Catatan sejarah pada periode ini kian istimewa berkat kehadiran Kevin Ghailan Dhiaurrahman, wisudawan termuda berusia 20 tahun dari Program Sarjana Akuntansi, hingga Suharjito, wisudawan tertua berusia 61 tahun dari Program Magister Manajemen. Undip juga mengukuhkan wisudawan warga negara asing asal Korea, Seongmo Uh, dari Program Sarjana Manajemen, serta 87 penerima beasiswa Bidikmisi.

Prof. Heru menambahkan bahwa Wisuda ke-184 menandai babak transisi penerapan ijazah dan transkrip akademik dwibahasa (bilingual), penomoran ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN), serta penggunaan tanda tangan elektronik.

Undip menggelar prosesi wisuda dalam 4 tahap berbeda. Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Teknik mengikuti tahap pertama pada Selasa (27/10). Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Psikologi, dan Sekolah Vokasi mengikuti tahap kedua pada Rabu (28/10).

Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Sains dan Matematika mengikuti tahap ketiga pada Kamis (29/10). Fakultas Hukum, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mengikuti tahap keempat pada Jumat (30/10).

Hingga Wisuda ke-184, Undip mencatat total 301.188 lulusan yang berkiprah di berbagai sektor profesi. Undip terus melangkah maju untuk mewujudkan perguruan tinggi yang bermartabat, bermanfaat, and berdampak luas bagi kemajuan bangsa..

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.