18 Juta Warga Dicek, Upaya Terbaru Jateng Berantas Penyakit Mematikan

13 Oktober 2026, 21:10 WIB • 3 menit baca
Wamenkes didampingi Sekda Jateng Sumarno memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait percepatan eliminasi TBC Jateng dalam acara Deklarasi Desa Siaga TB di Jepara.
Wakil Menteri Kesehatan didampingi Sekda Jateng Sumarno (kanan) memberikan keterangan kepada awak media usai Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026).

JEPARA, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) secara agresif karena masih menjadi ancaman mematikan. Sebagai strategi eliminasi TBC Jateng, pemerintah telah memeriksa lebih dari 18,8 juta warga dan meresmikan 421 desa sebagai Desa Siaga TB.

Para ahli menilai keterlibatan masyarakat desa secara langsung memegang peran utama untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini sebelum menyebar lebih luas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa percepatan pengobatan tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas kesehatan di tingkat kota. Menurutnya, pemerintah desa justru harus berada di garis depan saat menemukan kasus baru di tengah masyarakat guna mendukung langkah eliminasi TBC Jateng.

Sumarno menyampaikan hal tersebut saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam acara Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026).

“Penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota,” kata Sumarno.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi sangat penting saat tenaga medis mendampingi pasien secara langsung di lapangan.

Capaian Pengobatan dan Tantangan Skrining

Berdasarkan pembaruan data hingga awal Oktober 2026, Dinas Kesehatan mencatat penemuan kasus di Jawa Tengah telah menyentuh angka 68.617 kasus. Dari total tersebut, pasien yang telah memulai tahapan pengobatan mencapai persentase yang sangat baik, yakni 91,76 persen. Angka keberhasilan penanganan untuk pasien yang sensitif obat juga tergolong tinggi, menembus 84,07 persen.

Meski demikian, petugas lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan saat menjalankan program skrining melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Capaian pemberian terapi pencegahan ini baru mencakup 23,31 persen dari total target sasaran 326.038 kasus berisiko.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong integrasi pelacakan kontak erat secara masif dengan layanan kesehatan primer.

Apresiasi Pusat dan Kewajiban Kontak Erat

Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Oktavianus, memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan pelacakan yang sangat ketat di wilayah Jepara. Tenaga kesehatan sukses menggelar kegiatan pencegahan tersebut di 107 lokasi permukiman warga dari total target 161 titik pelacakan.

“Artinya, program ini sudah berjalan sangat baik. Jadi, tiap tahun kita evaluasi agar makin baik,” katanya.

Benyamin menyebutkan tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah memastikan warga proaktif melakukan pencegahan dan tidak sekadar berobat setelah jatuh sakit. Ia menekankan pentingnya pemberian obat profilaksis bagi warga yang tinggal atau berinteraksi langsung dengan pasien positif.

“Kontak erat itu harus mendapatkan obat pencegahan,” ujarnya.

Pemerintah meyakini inovasi Cek Kesehatan Gratis Jateng serta komitmen ratusan kepala desa mampu menekan angka kesakitan secara drastis. Lewat deteksi dini yang kuat, pemerintah provinsi optimis target eliminasi TBC Jateng segera terwujud sekaligus meningkatkan angka harapan hidup warga secara keseluruhan.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.