Demo Mahasiswa Semarang Semalam, Kapolda Jateng Peringatkan Keras Para Penunggang Unjuk Rasa

23 Oktober 2026, 09:40 WIB • 4 menit baca
Barisan aparat kepolisian berpakaian antihuru-hara bersiaga mengawal jalannya aksi demo mahasiswa Semarang di Jalan Pahlawan.
PENGAMANAN DEMO MAHASISWA – Barisan personel kepolisian berpakaian lengkap antihuru-hara berjaga ketat di sekitar lokasi unjuk rasa selama aksi demo mahasiswa Semarang berlangsung di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis malam (22/10/2026). Aparat gabungan dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan tertib, aman, dan terkendali. (Foto: Adib Abyan/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Aksi demo mahasiswa Semarang di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, pada Kamis malam (22/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB diwarnai langkah tegas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Roy Hardi Siahaan, M.H. Jenderal bintang dua itu menyambangi langsung massa demonstran untuk melakukan negosiasi.

Meskipun massa sempat menyoraki kedatangannya, Kapolda tetap tenang mengambil mikrofon tanpa pengawalan khusus guna memperingatkan potensi pihak luar yang menunggangi aksi demo mahasiswa Semarang tersebut. Oleh karea meminta para peserta aksi senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan umum selama menyuarakan tuntutan.

Di hadapan kerumunan massa, Kapolda menegaskan bahwa jajaran kepolisian mengawal penuh penyampaian aspirasi dan mengingatkan bahaya penyusup. “Saya sebagai Kapolda Jawa Tengah. Anda lihat saya sendiri di sini. Saya percaya, adik-adik ini menyampaikan aspirasi. Saya khawatir kalau ini ditunggangi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan tegas mengenai konsekuensi hukum apabila ada pihak luar yang memanfaatkan momentum unjuk rasa semalam. “Kalau ini nanti ditunggangi, Anda yang harus bertanggung jawab. Percayalah, kalian semua sebagian besar adalah benar menyampaikan aspirasi. Tapi kalau nanti ada yang menunggangi saya tidak bertanggung jawab dan akan saya proses penegakan hukumnya,” tambah Roy.

Kendati demikian, ia tetap mempersilakan para mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara tertib hingga tuntas. “Jaga ketertiban, jaga keamanan. Tolong teman-teman yang menyampaikan aspirasi, jaga benar,” kata Roy.

Selidiki Dugaan 100 Orang Penunggang Aksi

Meski aksi berjalan lancar dan kondusif tanpa bentrokan serta tembakan gas air mata, Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan menduga pihak tertentu menyusupi unjuk rasa tersebut. Oleh sebab itu, ia menegaskan bakal mengusut dan menyelidiki pihak yang berusaha menunggangi aksi demo mahasiswa Semarang ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya secara tertib. Tapi ada pihak-pihak tertentu yang akhirnya kita coba pisahkan. Setelah adik-adik pulang, adik-adik kembali. Tapi ada kelompok tertentu yang berusaha sebagai penunggang terkait dengan aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” ucapnya ketika menjawab pertanyaan awak media setelah aksi mahasiswa berakhir.

Selanjutnya, Roy menyatakan bahwa jajaran kepolisian akan menyisir serta mengidentifikasi kelompok tersebut. “Kita sisir, kita identifikas. Dan nantinya kita akan coba gali, kira-kira keterlibatan mereka sejauh mana dalam aspirasi atau penyampaian aspirasi yang hari ini dilaksanakan,” kata Roy.

Menurut Roy, jumlah anggota kelompok yang berusaha menunggangi aksi tersebut mencapai seratusan orang. Ia menegaskan bahwa barisan mahasiswa murni menyampaikan aspirasi. Namun pihak kepolisian mengidentifikasi keberadaan kelompok tertentu hingga mencapai 100 orang.

Selain itu, pihak kepolisian berkomitmen memproses kelompok penunggang tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Roy menambahkan bahwa jajarannya berharap dapat memproses orang-orang yang bertindak sebagai penunggang itu serta menggali lebih dalam sejauh mana keterlibatan mereka ke depannya.

Guna mengawal jalannya pengamanan unjuk rasa tersebut, Roy mengungkapkan bahwa kepolisian mengerahkan sedikitnya 2.900 personel.

Dua Ribu Mahasiswa Lintas Kampus Suarakan Lima Tuntutan

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ramanda Bima Prayuda, mengungkapkan bahwa para mahasiswa dari sejumlah universitas di Semarang mengikuti aksi di depan Kantor Gubernur Jateng tersebut.

Adapun barisan demonstran ini berasal dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kepada awak media seusai menyampaikan orasi, Ramanda memperkirakan sekitar dua ribu orang mengikuti unjuk rasa yang berlangsung sejak sore hingga pukul 19.49 WIB tersebut.

Dalam aksinya, aliansi mahasiswa mendatangi pusat pemerintahan untuk menyuarakan mosi tidak percaya melalui lima poin tuntutan penting bagi pemerintah. Pertama, para demonstran menuntut stabilitas harga kebutuhan pokok serta kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, mereka mendesak pengembalian fungsi utama institusi TNI dan Polri secara profesional.

Melalui orator aksi secara bergantian, demo mahasiswa Semarang ini juga menyuarakan isu nasional lainnya. Mereka menuntut evaluasi total terhadap proyek strategis nasional serta pengembalian hak atas tanah kepada rakyat. Terakhir, massa menyerukan penghentian praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di tubuh pemerintahan.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.