Tiga Ribu Santri Padati Balai Kota Semarang, Teguhkan Peran Membangun Bangsa

22 Oktober 2026, 15:54 WIB • 2 menit baca
Barisan peserta Hari Santri 2026 berdiri rapi di halaman Balai Kota Semarang di depan baliho apel peringatan.
BARISAN APEL HARI SANTRI 2026 – Para peserta apel berdiri teratur di halaman Balai Kota Semarang pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan Hari Santri 2026 ini dihadiri oleh ribuan santri, pelajar, serta tamu undangan guna meneguhkan semangat kebangsaan dan pembangunan. (Foto: Imam Abu Maulana/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Lebih dari 3.000 santri dan santriwati memadati halaman Balai Kota Semarang pada Kamis (22/10/2026). Mereka mengikuti Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin langsung barisan peserta sebagai pembina upacara.

Dalam arahannya, Agustina membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menegaskan bahwa para santri melanjutkan perjuangan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa pesantren bukan sekadar tempat memperdalam ilmu agama, melainkan ruang pembentukan karakter dan kemandirian agar santri siap berkiprah sebagai ilmuwan, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.

“Kita bersinergi dengan pemerintah, pesantren, dan organisasi keagamaan untuk terus menjaga serta mempertahankan tradisi dalam rangka menuju Indonesia Emas,” ujar Agustina.

Dukungan bagi Pendidikan Keagamaan

Guna memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan, Pemerintah Kota Semarang mewujudkan komitmen nyata melalui penambahan jumlah penerima bisyaroh pada 2026. Pemkot memberikan dukungan tersebut kepada 4.000 guru lembaga pendidikan Al-Qur’an, 1.300 guru madrasah diniyah, serta 885 marbot masjid.

Langkah ini membangun sumber daya manusia yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki integritas dan kepedulian sosial tinggi. Melalui dukungan penuh pemerintah, santri menjawab berbagai persoalan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Ujung Tombak Pembangunan

Sementara itu, anggota DPRD Kota Semarang sekaligus petinggi NU setempat, Syahrul Qirom, S.T., mengajak seluruh santri untuk aktif mengambil peran sebagai ujung tombak pembangunan. Ia mengingatkan para generasi muda agar senantiasa menjalin sinergi positif bersama pemerintah dan para kiai.

“Santri harus aktif dalam kegiatan apa pun yang bertujuan positif. Kita harus selalu bersinergi dengan umara dan para kiai untuk mengedepankan pembangunan Kota Semarang, sekaligus meninggalkan hal-hal negatif seperti tawuran dan narkoba,” tegas Syahrul dalam keterangannya kepada Jatengdata.com.

Pengukuhan Forum Pesantren di Semarang

Rangkaian peringatan HSN 2026 di Semarang juga menghadirkan pengukuhan Forum Fasilitasi Perkembangan Pesantren Kota Semarang. Forum ini berfungsi sebagai wadah koordinasi, silaturahmi, serta sarana menyamakan langkah pengelola pesantren dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Agustina berharap forum tersebut menjaga kesinambungan pembinaan pesantren lintas kepemimpinan daerah. Melalui sinergi erat antara pemerintah dan pesantren, pembinaan generasi santri di Kota Semarang berlangsung secara berkelanjutan demi mengantar Indonesia menuju masa depan yang berkemajuan.

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.