Kabar Baik Warga Jateng, Ahmad Luthfi Rombak APBD 2026 untuk Program Ini
SEMARANG, Jatengdata.com – Warga Jawa Tengah memetik kabar menggembirakan menyusul kebijakan terbaru Pemerintah Provinsi. Gubernur Ahmad Luthfi resmi merombak postur APBD Jateng 2026 demi memperkuat ketahanan pangan, memuluskan jalan raya, hingga menghapus denda pajak kendaraan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah perombakan APBD Jateng 2026 ini demi merespons dinamika ekonomi terkini. Ahmad Luthfi memastikan setiap rupiah kas daerah memberi manfaat nyata bagi seluruh warga.
“Hari ini rancangannya akan dibahas oleh Banggar agar semua anggaran yang kita gunakan efektif dan efisien, serta berdampak langsung dalam rangka pembangunan Provinsi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
Perombakan APBD Jateng 2026 ini membawa angin segar melalui program pembebasan pajak kendaraan bagi warga. Pemprov Jateng membebaskan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus menghapus beban pajak progresif.
Program pemutihan pajak ini berlaku mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Langkah strategis ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendongkrak kepatuhan wajib pajak.
Pemprov juga menggenjot efisiensi anggaran, menyehatkan BLUD, dan meningkatkan dividen BUMD.

Infrastruktur Jalan dan Ketahanan Pangan
Lewat rancangan APBD Jateng 2026, pemerintah provinsi menempatkan pembenahan fasilitas publik sebagai prioritas utama belanja daerah. Pemprov mengucurkan anggaran besar untuk merehabilitasi jalan raya, memasang marka jalan, serta melengkapi sarana di lingkungan sekolah.
“Infrastruktur ini penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan kualitas pelayanan publik,” ujar Luthfi.
Selain membenahi infrastruktur, Ahmad Luthfi memperkokoh peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Pemprov menyalurkan dana untuk sarana pertanian, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta memperkuat permodalan petani dan nelayan.
Pemerintah menyusun perubahan APBD Jateng 2026 ini berdasarkan tren positif perekonomian daerah sepanjang semester I tahun ini. Jawa Tengah sukses mencetak pertumbuhan ekonomi 5,80 persen, menarik nilai investasi tinggi, serta berhasil memangkas angka kemiskinan menjadi 9,21 persen.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.