884 Puskesmas di Jateng Bakal Terima Alat Diagnostik TBC, Kemenkes Genjot Deteksi Dini

29 September 2026, 11:37 WIB • 3 menit baca
Sekda Jateng Sumarno berpidato di podium dalam acara pertemuan monitoring dan evaluasi penyediaan alat diagnostik TBC di Karanganyar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan arahan saat membuka acara Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC Provinsi Jawa Tengah di Anaya Azana Resort, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/9/2026). Pemprov Jateng mendukung penuh langkah Kemenkes yang akan mendistribusikan alat diagnostik TBC ke 884 puskesmas.

KARANGANYAR, Jatengdata.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Kesehatan. Kemenkes berkomitmen mempercepat penanggulangan penyakit tuberkulosis di wilayah ini. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan alat diagnostik TBC untuk 884 puskesmas di Jawa Tengah.

Sumarno menyampaikan hal itu saat membuka acara Monitoring dan Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC. Acara ini berlangsung di Anaya Azana Villa & Resort Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/9/2026). Ia menilai ketersediaan fasilitas ini sangat krusial bagi tenaga medis.

Lebih lanjut, Sumarno menegaskan bahwa bantuan alat diagnostik TBC ini menjadi modal penting bagi daerahnya. Fasilitas medis ini akan mempercepat penemuan kasus baru secara masif. Pemerintah provinsi juga akan memperkuat kolaborasi strategis dengan kader kesehatan di tingkat desa.

“Nanti kader desa akan bekerja mencari suspek penderita di wilayahnya. Kementerian Kesehatan yang akan menanggung seluruh biaya operasionalnya,” ujar Sumarno. Ia hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.

Fokus Penelusuran Kontak Erat

Kolaborasi antara kader dan puskesmas ini akan menjadi kekuatan utama. Mereka akan bekerja cepat menemukan kasus infeksi baru di tengah masyarakat. Namun, pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap pengobatan pasien. Petugas medis juga wajib menelusuri orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.

Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus bergerak mencari suspek secara proaktif. Masyarakat juga wajib memiliki kesadaran tinggi untuk memeriksakan diri secara berkala. Langkah pencegahan dini ini sangat menentukan tingkat keberhasilan program secara keseluruhan.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, turut memberikan penjelasan. Ia menyatakan kementeriannya terus memantau perkembangan program pemberantasan penyakit menular ini. Pemerintah pusat juga secara aktif mengidentifikasi berbagai kekurangan di lapangan.

“Kami memonitor kerja pemerintah daerah selama beberapa bulan terakhir. Kami melihat apa saja yang masih kurang agar bisa saling melengkapi,” kata Benjamin.

Pemerataan Fasilitas hingga Pelayanan Dasar

Wamenkes menjelaskan bahwa pemerintah kini sangat fokus memperkuat aspek pencegahan. Salah satu caranya yakni memeriksa warga yang berkontak erat dengan pasien. Alat diagnostik TBC yang memadai tentu akan sangat membantu kelancaran proses skrining ini.

Pemerintah juga menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis beserta fasilitas X-ray. Langkah strategis ini bertujuan menemukan potensi infeksi sedini mungkin. Nantinya, pasien yang positif sakit akan langsung mendapat pengobatan intensif dari puskesmas terdekat.

“Program pengobatan kita saat ini sudah berjalan sangat bagus. Kami sekarang mengejar sektor pencegahan melalui program layanan gratis tersebut,” jelas Benjamin.

Lebih lanjut, Benjamin menyoroti pemerataan fasilitas medis di Provinsi Jawa Tengah. Ia memastikan seluruh puskesmas akan segera memiliki alat diagnostik TBC modern. Rencananya, 884 puskesmas di Jawa Tengah mulai menerima bantuan ini pada bulan depan.

Distribusi fasilitas ini bertujuan memperkuat upaya penemuan kasus aktif hingga menyentuh pelayanan dasar. Pemerintah juga resmi mencanangkan program Desa Siaga TB di Jawa Tengah. Acara pembukaan ini turut menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus serta perwakilan dinas kesehatan dari DIY, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.