Guyuran Hadiah Juara MTQ Nasional untuk Kafilah Jateng

24 September 2026, 08:20 WIB • 3 menit baca
Gubernur Jawa Tengah menyerahkan hadiah juara MTQ nasional berupa simbolis tiket umrah dan uang pembinaan kepada para kafilah berprestasi di atas panggung.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan secara simbolis hadiah juara MTQ nasional senilai Rp50 juta untuk fasilitas umrah kepada kafilah peraih juara pertama dalam acara tasyakuran "Jateng Bersholawat" di Semarang, Rabu (23/9/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Prestasi gemilang ditorehkan kafilah Jawa Tengah yang sukses merebut posisi runner-up dengan guyuran hadiah juara MTQ nasional bernilai ratusan juta rupiah hingga tiket umrah. Keberhasilan pada ajang bergengsi MTQ Nasional XXXI 2026 ini dirayakan secara meriah lewat tasyakuran “Jateng Bersholawat” di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (23/9/2026) malam.

Pencapaian tersebut menandai lompatan besar bagi Jawa Tengah. Pada edisi sebelumnya, provinsi ini hanya menempati peringkat ke-16. Kini, Jateng berhasil mengumpulkan 208 poin dan memborong 36 gelar bergengsi dari berbagai cabang dan golongan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi konkret kepada para pahlawan Al-Qur’an ini. Porsi hadiah juara MTQ nasional bagi delapan peserta peraih posisi terbaik pertama mencakup uang pembinaan Rp50 juta sekaligus fasilitas ibadah umrah senilai Rp50 juta.

Ratusan Juta untuk Kafilah Berprestasi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan langsung bonus tersebut bersama Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jateng, Taj Yasin Maimoen. Selain juara pertama, peraih terbaik kedua dan ketiga turut menerima uang pembinaan masing-masing sebesar Rp40 juta dan Rp30 juta.

“Kita semuanya menjadi saksi sejarah. Termasuk saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan ribuan jamaah.

Apresiasi nyatanya tidak hanya datang dari pemerintah provinsi. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah ikut menambah alokasi hadiah juara MTQ nasional dengan menggelontorkan dana total Rp282 juta. Bantuan ini bahkan menyasar peserta yang belum meraih medali sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,3 Triliun

Keberhasilan perhelatan MTQ Nasional XXXI di Semarang terbukti membawa efek ganda yang masif. Lebih dari 250 ribu pengunjung memadati area acara selama sepekan. Hal ini menghidupkan kembali sektor kuliner, transportasi, hingga pariwisata daerah.

“BPS mengatakan, ada Rp 1,3 triliun selama perhelatan MTQ ini berjalan. Kalau Bu Agustin (Wali Kota Semarang) tadi bilang, kalau bisa MTQ-nya setiap hari. Jadi oleh-olehnya jalan, makanan minuman jalan. Ini luar biasa,” kata Taj Yasin Maimoen.

Ia juga menekankan bahwa perhelatan keagamaan tingkat nasional ini sukses mempererat kerukunan antarwarga lintas kalangan.

“Catatan penting adalah perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat Muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Perjuangan Keras Berbuah Manis

Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang menjadi salah satu penerima apresiasi utama malam itu. Ia sukses merebut juara pertama pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia, yang sekaligus menjadi panggung penutup karirnya sebagai peserta kompetisi.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Kali ini saya pindah ke cabang tafsir dan Alhamdulillah diberi penghargaan juara satu,” kata Faqih.

Menurut Faqih, keberadaan hadiah juara MTQ nasional berupa tiket umrah memicu semangat baru. Penghargaan ini menjadi dorongan kuat bagi generasi muda Jawa Tengah untuk lebih serius mendalami kandungan Al-Qur’an.

Kisah pantang menyerah juga ditunjukkan oleh Zumrotul Luthfiyyah asal Kabupaten Rembang yang meraih juara pertama cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.

“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” tuturnya menceritakan kerasnya persaingan.

Rangkaian tasyakuran kemudian ditutup dengan selawat akbar bersama Majelis Sholawat Azzahir Pekalongan. Bagi Jawa Tengah, capaian 36 gelar dan melimpahnya hadiah juara MTQ nasional ini menjadi landasan kuat untuk terus membina generasi Qurani secara berkelanjutan di masa mendatang.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.