Kisah 2 Hafidzah Kakak Beradik Andalan Jateng di MTQ Nasional 2026

18 September 2026, 13:01 WIB • 3 menit baca
Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa hafidzah kakak beradik perwakilan Kafilah Jawa Tengah pada cabang tafsir Al-Qur'an di MTQ Nasional 2026.
Zumrotul Luthfiyyah (kiri) dan Durrotul Muqoffa (kanan), dua hafidzah kakak beradik asal Rembang yang menjadi andalan Kafilah Jawa Tengah untuk cabang lomba Tafsir Al-Qur'an pada ajang MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang.

SEMARANG, Jatengdata.com – Ajang MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang menjadi panggung pembuktian bagi dua hafidzah kakak beradik asal Kabupaten Rembang, Zumrotul Luthfiyyah (Fia) dan Durrotul Muqoffa (Ofa). Keduanya tampil memperkuat kafilah Jawa Tengah dalam cabang tafsir Al-Qur’an dan bersiap menambah deretan prestasi nasional hingga internasional yang telah mereka raih sejak masih kanak-kanak.

Fia dan Ofa adalah putri kandung dari pasangan KH Sulaiman dan Ny. Hj. Mundasah. Keduanya tumbuh besar di lingkungan Ponpes Tahfidzul Qur’an Al-Furqon, Kecamatan Sedan. Di tempat inilah, para ustaz menempa prestasi santri Rembang dengan disiplin yang sangat ketat.

Dukungan penuh orang tua mendorong hafidzah kakak beradik ini mengkhatamkan kitab suci sedari usia sangat dini. Fia sukses menyelesaikan hafalan 30 juz saat usianya baru menginjak 7 tahun, bersamaan dengan sang adik, Ofa, yang kala itu masih berusia 5 tahun.

“Dengan dibimbing Abah dan Umi, Kami berdua menghafal Al-Qur’an bersama-sama dan khatam dalam waktu delapan bulan,” kisah Fia mengenang masa kecilnya.

Ibunda mereka, Ny. Hj. Mundasah, turut menjadi saksi perjuangan keras kedua putrinya dalam menjaga hafalan setiap harinya.

“Bahkan sering kali Ofa itu menghafal Al-qur’an di pangkuan saya sampai tertidur,” kata Ny. Hj. Mundasah suatu hari.

Perjuangan Mandiri di Cabang Tafsir

Pada perhelatan MTQ Nasional 2026 ke-31 ini, Fia mengemban mandat mewakili kafilah Jawa Tengah untuk cabang tafsir Bahasa Inggris putri. Menariknya, ia mempelajari kemampuan bahasa asing tersebut secara murni otodidak.

“Kebetulan saya suka Bahasa Inggris. Jadi jauh-jauh hari saya mulai berlatih tafsir Al-qur’an dengan Bahasa Inggris secara mandiri,” kata dia.

Sementara itu, Ofa bertanding di cabang tafsir Bahasa Indonesia putri. Kedua orang tua mendampingi langsung perjuangan Ofa selama kompetisi berlangsung. Mereka juga mengikuti rangkaian pemusatan latihan intensif dari LPTQ Pusat dan daerah.

“Puncaknya adalah ketika kita dikarantina di Semarang sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga menjelang lomba di Semarang,” kata Ofa.

Berkah Hafalan hingga Bertemu Tokoh Nasional

Deretan pencapaian di bidang tafsir Al-Qur’an dan tahfidz tidak hanya mengantarkan mereka memenangi berbagai kejuaraan. Prestasi gemilang ini juga mendatangkan berkah spiritual yang melimpah. Tokoh agama nasional seperti KH. Abdullah Gimnastiar (Aa Gym) dan Ustadz Yusuf Mansur bahkan pernah mengundang mereka secara khusus.

“Berkat Ustadz Yusuf Mansur, kami berdua pernah tampil di sebuah acara yang waktu itu disiarkan oleh sebuah stasiun TV swasta nasional. Dan oleh jemaah Ustadz Yusuf Mansur pula, kami diumrohkan. Waktu itu kita masih sekolah MTs,” kata Fia.

Kini, di tengah semaraknya MTQ Nasional 2026, kedua hafidzah kakak beradik kebanggaan kafilah Jawa Tengah ini berharap dapat memberikan hasil maksimal bagi provinsinya. Konsistensi prestasi santri Rembang ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan menjaga kalam Ilahi akan selalu membuka jalan kesuksesan di masa depan..

Kontributor: Gunoto Saparie
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.