Merawat Cikal Bakal Bangsa Melalui Lomba Mewarnai Anak TK di Gedangan
TUNTANG, SEMARANG, Jatengdata.com – Kemerdekaan sejati adalah memberikan ruang tumbuh yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi tunas-tunas muda. Semangat pelestarian kreativitas anak usia dini inilah yang masyarakat hidupkan di Desa Gedangan.
Pada momen berharga ini, ratusan peserta didik berkumpul dan menggoreskan krayon kebanggaan mereka dalam lomba mewarnai anak TK. Terlebih lagi, perayaan HUT ke-81 RI ini terasa semakin hangat di bawah tatapan penuh harap para orang tua bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo selaku pendamping.
Deretan meja lipat kecil berjajar rapi di atas karpet GOR Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, pada 25 Agustus 2026. Di balik meja tersebut, wajah-wajah mungil tampak serius menatap selembar kertas putih. Selanjutnya, jemari mereka dengan cekatan menorehkan krayon beraneka warna untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Menanamkan Nilai Perjuangan dan Cinta Tanah Air
Kegiatan positif ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan biasa bagi warga Desa Gedangan. Sebaliknya, mahasiswa memanfaatkan momentum perayaan HUT ke-81 RI secara maksimal untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan. Alhasil, anak-anak menyerap rasa cinta tanah air melalui cara yang menyenangkan dan sangat edukatif.
Muhammad Hasbi As-Shidiqi selaku ketua panitia dari KKN UIN Walisongo MIT 22 Posko 33 menjelaskan tujuan utama program ini. “Dengan adanya perlombaan mewarnai ini menjadi ajang bakat anak-anak TK dalam mengembangkan kreativitas mereka,” tegas Hasbi.
Sejalan dengan hal itu, antusiasme serupa memancar dari jajaran pemerintah desa setempat. Zakiyah Parida selaku Pj Desa Gedangan memberikan apresiasi khusus untuk mahasiswa dalam menyelenggarakan acara ini.
“Lomba mewarnai adalah bentuk kreativitas putra dan putri bangsa untuk merdekaan Republik Indonesia,” ujar Zakiyah.
Transparansi Penilaian dan Rekreasi Interaktif
Suasana GOR langsung memancarkan energi murni saat panitia meniup peluit tanda mulai tepat pukul 08.00 WIB. Setelah itu, dewan juri menjalankan proses penilaian secara sangat ketat dan transparan. Beberapa poin utama penjurian meliputi harmonisasi kombinasi warna, kebersihan, kerapian, hingga daya cipta visual.
Terkait hal tersebut, Suyadi selaku juri perlombaan menegaskan pentingnya apresiasi terbuka bagi hasil karya peserta. “Penilaian perlombaan ini dilakukan ditempat secara langsung agar anak-anak dan orang tua bisa melihat karya dari anaknya masing-masing,” imbuh Suyadi.
Sementara menunggu juri menilai lembar demi lembar karya, panitia tidak membiarkan anak-anak merasa jenuh. Sebagai gantinya, mahasiswa mengajak ratusan peserta cilik melakukan ice breaking interaktif. Bahkan, mereka bermain merapikan barisan hingga melompat ceria di atas ular tangga untuk memecah ketegangan kompetisi.
Sorak-sorai riuh yang mengiringi langkah para pemenang menegaskan kesuksesan lomba mewarnai anak TK ini. Melalui goresan warna, kreativitas anak usia dini tumbuh semakin kuat dalam menyambut HUT ke-81 RI. Sebagai bukti nyata, sinergi kasih sayang orang tua, dukungan pemerintah Desa Gedangan, dan dedikasi mahasiswa KKN UIN Walisongo memastikan bahwa kemerdekaan untuk merawat potensi masa depan selalu menjadi prioritas utama.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.