Langkah Seru Cuci Tangan yang Benar, Begini Cara KKN UIN Walisongo Sukseskan Edukasi Kesehatan Anak
SEMARANG, Jatengdata.com – Banyak orang sering menganggap sepele kebiasaan mencuci tangan. Padahal mengetahui langkah cuci tangan yang benar adalah kunci utama mencegah berbagai penyakit menular.
Kesadaran krusial ini mendorong tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 Posko 28 UIN Walisongo menggelar program edukasi kesehatan anak secara komprehensif. Kegiatan inspiratif ini berlangsung seru pada 21 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB di SD Samban 02, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa mengajak para siswa kelas IV memahami cara menyenangkan dalam menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Belajar Cuci Tangan yang Benar Bersama
Menggunakan panduan video animasi ceria dari Puskesmas Wonokarto, Pacitan, mahasiswa mengajak siswa memahami enam langkah cuci tangan yang benar. Selanjutnya, para siswa mempraktikkan gerakan mulai dari menggosok telapak, punggung tangan, hingga sela-sela jari persis seperti instruksi pemateri.
Setelah menyimak teori di dalam kelas, anak-anak langsung mempraktikkannya menggunakan sabun dan air mengalir di area wastafel sekolah. Langkah taktis ini bertujuan menanamkan pola hidup bersih dan sehat yang membekas kuat dalam ingatan motorik anak.
Praktik langsung ini rupanya memberikan kesan mendalam bagi para siswa yang mengikuti acara edukasi kesehatan anak tersebut. Nizam, salah satu siswa kelas IV SD Samban 02, menunjukkan wajah berseri-seri setelah sesi praktik selesai.
“Sosialisasinya seru, ada ice breaking juga. Kakak-kakaknya juga seru dan sosialisasinya asyik karena ada praktiknya juga. Jadi tidak hanya mendengarkan,” ujar Nizam dengan penuh antusias.
Kolaborasi Nyata KKN UIN Walisongo
Keberhasilan program edukasi kesehatan anak ini berakar pada persiapan matang dari tim KKN UIN Walisongo. Mereka menyadari bahwa mengajarkan tata cara cuci tangan yang benar kepada anak usia sekolah dasar memerlukan metode visual dan kinestetik.
Berkaitan dengan hal itu, Falahut Tamam Al Hasan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, mengungkapkan kebahagiaannya melihat tingginya partisipasi peserta.
“Walaupun sedikit menguras tenaga, tetapi kita sebagai anak-anak KKN senang sekali melihat antusiasme anak-anak selama mengikuti kegiatan sosialisasi. Semangat mereka dalam memperhatikan, mengikuti ice breaking, dan mempraktikkan materi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Falahut Tamam Al Hasan.
Semua pihak harus terus menggalakkan pembangunan kesadaran tentang pentingnya cuci tangan yang benar lewat edukasi kesehatan anak secara konsisten. Membiasakan penggunaan sabun di bawah air mengalir merupakan pelindung utama generasi muda dari berbagai ancaman kuman penyakit.
Terobosan nyata mahasiswa KKN UIN Walisongo di Desa Samban ini membuktikan bahwa edukator dapat menanamkan pola hidup bersih dan sehat secara efektif saat mengemasnya dengan penuh kegembiraan dan praktik nyata.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.