Saat Benang dan Manik-Manik Bangkitkan Jiwa Wirausaha di Sudut Kelas
DEMAK, Jatengdata.com – Wajah-wajah serius berbalut seragam pramuka tampak menunduk fokus di lantai kelas. Jari-jari kecil mereka dengan telaten memasukkan satu per satu aksen warna-warni ke dalam seutas benan. Pemandangan ini bukan sekadar waktu luang biasa, melainkan titik awal tumbuhnya insting wirausaha para siswa.
Suasana SD N Mranak 1 Kecamatan Wonosalam, Demak, mendadak riuh dan penuh warna pada Jumat (14/08/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 112 UIN Walisongo Semarang sukses menyulut semangat anak-anak melalui pelatihan pembuatan kerajinan manik-manik. Aktivitas ini merangsang kreativitas sekaligus membuka wawasan ekonomi para siswa.
Program edukatif ini merupakan langkah konkret mahasiswa dalam mendukung pembelajaran berbasis kecakapan hidup atau life skills. Para mahasiswa mendampingi siswa secara intensif mengolah bahan sederhana menjadi karya gelang, cincin, dan aksesoris. Pendampingan tersebut mengasah kesabaran sekaligus mengenalkan nilai ekonomi dari sebuah karya seni.
Koordinator Pendamping Devisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 Posko 112, Arum Firdaus Safitri, melihat langsung antusiasme para murid. Ia menekankan pentingnya memupuk jiwa kemandirian melalui hal-hal kecil yang menyenangkan.
“Kemampuan hidup berupa keterampilan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti membuat manik-manik yang mudah dan punya nilai jual. Kami ingin mengajak siswa terus mengasah kreativitas sejak usia dini agar kelak memiliki daya saing serta kemandirian.” jelasnya.
Peluang Wirausaha Anak
Suntikan motivasi dari mahasiswa langsung mendapat respons positif. Anak-anak yang awalnya hanya sekadar merakit, mulai memikirkan potensi komersial dari karya mereka.
Salah seorang peserta, Salsa, bahkan berencana menjadikan keterampilan barunya ini sebagai langkah awal mencari uang saku tambahan.
“Sangat terinpirasi untuk menjual karena bagus manik-maniknya”, ujar Salsa penuh bangga sembari memamerkan gelang hasil bikinannya.
Visi serupa juga muncul dari Kaira, siswa lain yang mengikuti sesi pelatihan ini dengan tekun.
“Mulai berbisnis sambil belajar, dari kegiatan ini saya jadi ada niatan untuk menjual manik-manik hasil pelatihan kemarin.” ujar Kaira.
Gemerincing pelan dari untaian aksesori kerajinan manik-manik di pergelangan tangan anak-anak ini menandai sebuah pencapaian penting. Kolaborasi mahasiswa KKN dan pihak sekolah berhasil menanamkan pola pikir produktif, membuktikan bahwa jiwa kemandirian ekonomi dap
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.