Jangan Dibuang! Ibu PKK Tlompakan Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Mewah
SEMARANG ,Jatengdata.com – Limbah rumah tangga yang kerap menjadi biang pencemaran lingkungan kini berubah wujud menjadi produk bernilai ekonomis di tangan ibu-ibu PKK Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Berbekal inovasi sederhana dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 39, minyak goreng bekas pakai sukses disulap menjadi lilin aromaterapi yang menenangkan.
Transformasi limbah ini berlangsung seru dalam sebuah pelatihan interaktif pada Rabu (19/8/2026). Tim KKN UIN Walisongo secara intensif mengedukasi warga agar berhenti membuang minyak jelantah sembarangan. Mereka membuktikan bahwa sisa penggorengan harian ini justru menyimpan potensi bisnis rumahan jika masyarakat mengelolanya dengan tepat.
Cara Membuat Lilin Aromaterapi
Proses pembuatannya ternyata sangat mudah dan bisa warga praktikkan langsung di dapur. Langkah pertama, warga wajib merendam minyak jelantah menggunakan arang selama 24 jam penuh. Proses perendaman ini sangat krusial untuk menghilangkan bau tengik sekaligus menyerap zat kotoran sisa makanan.
Secara ilmiah, arang aktif memang berfungsi sebagai adsorben pengikat molekul kotoran yang ampuh menjernihkan kembali minyak bekas pakai. Setelah minyak kembali jernih, peserta memanaskannya menggunakan api kecil.
Langkah selanjutnya, peserta menambahkan parafin dan asam stearat ke dalam wajan. Mereka terus mengaduk campuran tersebut hingga seluruh bahan meleleh sempurna. Asam stearat ini memegang peran penting untuk mengeraskan struktur lilin agar tidak mudah mencair saat suhu ruangan memanas.
Setelah adonan tercampur rata, tim menambahkan minyak asiri (essential oil) beraroma lavender. Tetesan ekstrak bunga ini seketika memberikan sensasi wangi relaksasi yang mewah.
Ibu-ibu kemudian menuangkan adonan panas tersebut ke dalam cetakan sederhana berbahan aluminium foil. Mahasiswa dengan sigap menggunakan tusuk sate untuk menahan sumbu lilin agar tetap tegak lurus di tengah cetakan selama proses pendinginan.

Apresiasi dan Peluang Ekonomi Desa
Pelatihan inovatif ini memicu antusiasme luar biasa dari para peserta. Ibu-ibu PKK tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan hingga lilin aromaterapi tersebut mengeras dan siap pakai. Kepala Dusun Semen, Susi Rustanti, turut hadir dan mengapresiasi langsung langkah nyata para mahasiswa.
“Saya applause buat KKN UIN Walisongo ini karena sangat bermanfaat sekali bagi ibu-ibu, khususnya di Tlompakan ini,” ujar Susi dengan bangga di sela-sela kegiatan.
Ia menilai program ini sarat akan kreativitas dan sangat mendukung kemandirian ekonomi warga desa. “Teruslah kembangkan kreativitas dan ide-ide yang cemerlang untuk kemajuan KKN sendiri dan juga warga sekitar,” pesannya.
Melalui gebrakan ini, kesadaran masyarakat Desa Tlompakan dalam menjaga lingkungan sekitar terbukti semakin meningkat. Keahlian baru ini sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang siap menopang kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.