Warisi Semangat K.H. Ahmad Rifa’i, Pemprov Jateng Pacu Ekonomi dan Pendidikan Berbasis Pesantren

27 April 2026, 07:00 WIB • 2 menit baca
panggung acara formal Rifa'iyah di Jawa Tengah
Foto bersama setelah pelantikan pimpinan wilayah Rifa'iyah Jawa Tengah periode 2026-2030 di Temanggung.

TEMANGGUNG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menjadikan semangat perjuangan K.H. Ahmad Rifa’i sebagai pijakan strategis untuk memperkuat ekonomi UMKM dan akses beasiswa santri. Komitmen pemerataan ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen demi menghapus dikotomi pendidikan saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah V Rifa’iyah di Kabupaten Temanggung, Minggu (26/4/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) selalu memandang penting sinergi lintas organisasi keagamaan. Tentu saja, langkah ini menjaga keseimbangan antara penguatan agama dan semangat kebangsaan. Terlebih lagi, negara telah mengakui figur K.H. Ahmad Rifa’i sebagai pahlawan nasional. Oleh karena itu, pengakuan tersebut menegaskan peran historis sang tokoh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, kontribusi pergerakan Rifa’iyah terus memperkaya sejarah Islam Jawa Tengah hingga saat ini. Buktinya, ajaran sang pendiri tetap menjadi rujukan melintasi berbagai kalangan masyarakat. “Banyak kiai di Jawa Tengah belajar dari ulama Rifa’iyah,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Selanjutnya, ia menilai pengaruh organisasi ini sangat besar bagi umat secara luas.

Integrasi Dakwah dan Ekonomi Umat

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jateng menerjemahkan semangat perjuangan sang pahlawan ke dalam program pemberdayaan konkret. Secara khusus, pemerintah menghubungkan aspek sosial keagamaan dengan pergerakan ekonomi lokal. Misalnya, pemerintah provinsi terus mendukung UMKM binaan Rifa’iyah. Mereka berfokus memajukan produksi batik khas dari Kabupaten Batang.

Infografis alur program Pemprov Jateng yang mengadaptasi warisan K.H. Ahmad Rifa'i untuk sektor ekonomi dan pendidikan.
Infografis langkah konkret Pemprov Jateng dalam memacu ekonomi lokal dan pemerataan pendidikan pesantren lewat sinergi ulama dan umara.

Faktanya, dukungan pemerintah ini bukan sekadar wacana semata. Bahkan, Pemprov Jateng menjadikan produk lokal tersebut sebagai suvenir resmi kenegaraan. “Setiap ada kegiatan, kami sengaja menghadirkan batik Rifa’iyah sebagai cendera mata,” ujar Taj Yasin Maimoen. Dengan demikian, ajaran ulama Rifa’iyah tentang kemandirian umat mewujud nyata di sektor ekonomi kerakyatan.

Pemerataan Akses Pendidikan Santri

Sementara itu, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pada sektor pendidikan. Caranya, Pemprov Jateng membuka akses beasiswa secara luas bagi santri dan pengasuh pondok. Tujuannya, program strategis ini mampu mempercepat kemajuan pendidikan berbasis pesantren tanpa adanya diskriminasi.

Oleh sebab itu, Wagub mendorong para kader untuk memanfaatkan peluang pendidikan tersebut secara maksimal. “Silakan dimanfaatkan. Kita ingin kader-kader Rifa’iyah ikut maju lewat pendidikan,” ujar Taj Yasin Maimoen. Ia pun menegaskan bahwa semua pihak memiliki kesempatan yang sama tanpa dikotomi apa pun.

Kesimpulannya, melalui sinergi berkelanjutan ini, pemerintah berharap Rifa’iyah terus merumuskan program kerja yang berdampak langsung. Pada akhirnya, kolaborasi ulama dan umara akan membawa kemajuan nyata. Hasilnya, roda organisasi menjadi kokoh, sedangkan masyarakat serta negara ikut semakin sejahtera.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Humas Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.