Tim Pengabdi Unsoed Dorong Hutan Desa Wana Lestari Jadi Penggerak Ekonomi Warga

17 Oktober 2026, 21:26 WIB • 3 menit baca
Tim Pengabdi Unsoed bersama pengurus LPHD Wana Lestari berpose di depan fasilitas pembibitan dan pengeringan dalam program pengabdian Hutan Desa Wana Lestari.
SERAHKAN BANTUAN SARANA – Perwakilan Tim Pengabdi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wana Lestari menunjukkan dokumen kerja sama di dekat fasilitas rangka baja ringan dan plastik UV pendukung pembibitan serta pengeringan kopi di Desa Karangsalam, Baturraden.

BANYUMAS, Jatengdata.com – Tim Pengabdian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wana Lestari di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi hutan melalui penguatan sarana produksi dan pengolahan kopi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed untuk meningkatkan nilai ekonomi warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Sejak Mei 2026, tim pengabdi menjalankan misi kolaborasi bersama warga. Dr. Eliada Herwiyanti, M.Si., Ak. memimpin tim tersebut bersama Prof. Dewi Susilowati, M.Si., Drs. Agus Faturokhman, M.M., dan Ady Setyo Nugroho, M.Ak. Penguatan kerja sama ini resmi berlanjut melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara LPHD Wana Lestari dan LPPM Unsoed pada Kamis (16/9/2026).

Sebelumnya, LPHD Wana Lestari menghadapi berbagai kendala di lapangan. Lahan hutan masih dipenuhi semak belukar. Sementara itu keterbatasan peralatan menghambat proses pengolahan kopi. Selain itu, proses pascapanen seperti penjemuran biji kopi memerlukan fasilitas memadai agar kualitas produk tetap terjaga saat cuaca berubah.

Salurkan Bantuan Mesin Babat hingga Alat Roasting

Guna menjawab berbagai persoalan tersebut, Tim Pengabdi Unsoed menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pada 14 Agustus 2026. Tim menyerahkan mesin babat untuk membersihkan lahan, serta plastik UV dan rangka baja ringan guna mendukung fasilitas pembibitan serta pengeringan biji kopi.

Selain itu, tim menyerahkan perlengkapan pengolahan kopi modern kepada pihak mitra. Bantuan tersebut mencakup mesin roasting, timbangan digital, dan impulse sealer. Kehadiran alat-alat ini membantu warga meningkatkan kualitas produksi dari biji kopi mentah menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Eliada Herwiyanti, M.Si., Ak., menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

“Sinergi ini bertujuan untuk membuka akses pemanfaatan hutan desa secara berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari LPPM Unsoed. Kami berharap bantuan sarana dan teknologi tepat guna ini tidak sekadar meningkatkan volume dan kualitas produksi kopi, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal,” ujar Eliada.

Sambutan Positif Pengurus LPHD Wana Lestari

Sementara itu, Ketua Mitra LPHD Wana Lestari, Ananda Gilang Krismajati, S.P., menyambut baik uluran tangan dari akademisi Unsoed tersebut. Pihaknya mengapresiasi dukungan pendanaan dan pendampingan intensif yang diberikan kepada warga.

“Ketersediaan peralatan produksi menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemanfaatan hasil hutan desa,” ujar Ananda.

Melalui program pendampingan ini, Tim Pengabdi Unsoed berharap pengelolaan Hutan Desa Wana Lestari berkembang secara bertahap. Langkah awal dimulai dari pembenahan lahan dan peningkatan kualitas pascapanen, hingga pengolahan produk kopi bernilai tambah.

Upaya terpadu ini diharapkan membuka sumber pendapatan baru bagi warga Desa Karangsalam. Pada saat bersamaan, program tersebut memperkuat fungsi Hutan Desa Wana Lestari sebagai kawasan penyangga lingkungan sekaligus pusat penghidupan masyarakat.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.