Stunting Jateng Turun 3,4 Persen, PKK Gencarkan USG Gratis dan Edukasi Gizi

18 April 2026, 07:45 WIB • 3 menit baca
Tiga pejabat wanita di meja rapat pleno, wanita di tengah berlabel 'KETUA' dan wanita di kanan berlabel 'STAF AHLI', dengan bendera Merah Putih di latar belakang.
Tiga pengurus TP PKK Jawa Tengah, termasuk Ketua (tengah) dan Staf Ahli (kanan), saat memimpin rapat pleno tentang penurunan stunting.

SEMARANG, Jatengdata.com – Tim Penggerak PKK Jawa Tengah mencatat penurunan angka stunting sebesar 3,4 persen dan menyelamatkan ribuan nyawa bayi lewat program intervensi gizi terpadu. Keberhasilan yang menembus angka 9,66 persen ini tidak lepas dari sinergi lintas lembaga yang terus menggencarkan layanan pemeriksaan kandungan gratis hingga ke pelosok kelurahan.

Berdasarkan data E-PPGBM 2025, prediksi angka stunting Jawa Tengah 2026 terus menunjukkan perbaikan nyata. Saat ini, petugas kesehatan mencatat 181.030 balita mengalami stunting. Jumlah tersebut setara dengan 9,66 persen dari total balita yang ada. Pencapaian ini menandakan penurunan angka sekitar 3,4 persen dari tahun sebelumnya.

“Penurunan ini merupakan hasil berbagai upaya intensif semua pihak, termasuk kader-kader PKK di desa atau kelurahan,” ujar Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin.

Nawal menyampaikan pencapaian tersebut saat Rapat Pleno Pengurus TP PKK di Semarang. Ia sangat mengapresiasi kerja keras para kader dalam memantau kesehatan warga.

Tekan Kematian Ibu dan Bayi Jateng

Selain gizi balita, indikator kesehatan lainnya juga membaik pesat. Pemerintah daerah sukses menekan angka kematian ibu dan bayi Jateng secara signifikan. Dinas Kesehatan setempat mencatat 337 kasus kematian ibu pada tahun 2025. Angka ini menurun tajam dari 427 kasus pada tahun 2024.

Infografis penurunan stunting Jawa Tengah sebesar 3,4 persen, data kematian ibu dan bayi, serta program Kencan Bumil PKK.
Visualisasi data ringkas terkait penyusutan angka stunting Jawa Tengah menjadi 9,66% dan keberhasilan program intervensi kesehatan PKK.

Sementara itu, kasus kematian bayi ikut menyusut drastis di wilayah ini. Petugas kesehatan melaporkan penurunan dari 4.376 kasus menjadi 3.650 kasus. Selanjutnya, tren positif serupa terjadi pada balita usia satu hingga lima tahun. Kasus tersebut berkurang dari 4.898 menjadi 4.101 kasus sepanjang tahun lalu.

Program Kesehatan PKK Jateng

Meskipun tren stunting Jateng turun, para pemangku kepentingan tidak lantas berpuas diri. Mereka terus memperkuat intervensi melalui program kesehatan PKK Jateng secara masif. TP PKK menggandeng dinas terkait untuk terus menggencarkan edukasi ke tengah masyarakat. Edukasi ini menyasar langsung pada peningkatan kualitas fisik dan kognitif anak.

“Sehingga upaya-upaya ini harus dilakukan untuk menjamin bagaimana gizi yang baik, kemampuan otak anak juga akan baik,” ujar Nawal.

Ia kembali menekankan bahwa pemenuhan asupan tubuh dan perkembangan otak selalu berjalan beriringan. Oleh karena itu, semua pihak wajib mengawal tumbuh kembang anak secara utuh sejak dini.

Sebagai langkah konkret, PKK menggalakkan program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil). Program unggulan ini menyediakan layanan USG gratis bagi peserta jaminan kesehatan. Bahkan, warga tanpa asuransi juga bisa mengakses layanan dokter spesialis keliling secara cuma-cuma. Langkah ini bertujuan mengawasi ibu sejak fase prahamil hingga masa nifas.

“Mari kita berkolaborasi dan berdampak, agar PKK semakin jaya dengan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Nawal menutup arahannya.

Ia sungguh berharap semua elemen masyarakat dan pemerintah terus bersinergi. Dengan demikian, target kesehatan daerah serta generasi masa depan yang kuat dapat terwujud nyata.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: jatengprov.go.id
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.