Sentuh Angka Rp9 Miliar, Strategi Muhammadiyah Jateng Ubah Sapi Kurban Jadi Logistik Anti-Basi

27 Mei 2026, 14:28 WIB • 2 menit baca
Seekor sapi cokelat besar berdiri di depan spanduk Hari Raya Iduladha 1447 H Lazismu Jawa Tengah yang memuat daftar Shohibul Qurban untuk Program Rendangmu (pengalengan daging kurban).
Dokumentasi seekor sapi cokelat yang menjadi bagian dari program pengalengan Kurban Muhammadiyah Jateng 2026 bernilai lebih dari Rp9 miliar. Daging sapi ini akan dieksekusi di Bali menjadi produk Rendangmu, logistik anti-basi yang bertahan hingga dua tahun untuk cadangan pangan wilayah 3T.

SEMARANG, Jatengdata.com – Perputaran dana kurban Muhammadiyah Jateng 2026 sukses menyentuh angka fantastis lebih dari Rp9 miliar. Namun, panitia berani tidak membagikan daging segar secara konvensional. Sebaliknya, mereka justru mengubah ratusan sapi kurban tersebut menjadi logistik anti-basi.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, membedah strategi filantropi ini. Ia menyampaikannya usai pelaksanaan salat Iduladha di halaman Masjid Ukhuwah Islamiyah, Banyumanik, Semarang, Rabu (27/5/2026).

Lebih lanjut, KH Tafsir menegaskan pengolahan daging sapi kurban Muhammadiyah Jateng 2026 menjadi kaleng Rendangmu merupakan wujud tajdid atau pembaruan. “Ini tentu bagian dari tajdid Muhammadiyah. Tahun ini Alhamdulillah targetnya 9 miliar lebih dan sudah tercapai,” ungkap KH Tafsir.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pimpinan wilayah mengeksekusi pengolahan daging ini bersama pihak ketiga di Denpasar, Bali. Panitia mengambil keputusan lintas pulau ini secara matang. Pasalnya, fasilitas sterilisasi tingkat industri baru tersedia secara optimal di wilayah tersebut. Sebagai catatan, tahun lalu Jateng juga sukses mengolah 380 ekor sapi dari dana Rp8 miliar.

Metrik Daya Tahan 2 Tahun untuk Wilayah 3T

Inovasi kaleng Rendangmu dari Lazismu Jateng ini menghasilkan metrik daya tahan produk yang sangat impresif. Bahkan, logistik pangan darurat ini mampu bertahan hingga dua tahun penuh. Oleh karena itu, Muhammadiyah Jateng menargetkan pasokan protein ini mengalir deras menuju wilayah rawan krisis.

“Daging kurban yang kita kalengkan inilah yang tidak sekadar untuk penanganan bencana alam di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan yang lebih penting salah satunya untuk di dalam negeri adalah untuk dikirimkan ke daerah 3T: terdepan, terbelakang, dan tertinggal,” urai KH Tafsir.

Terobosan berbasis data ini mengubah perputaran uang miliaran rupiah menjadi sabuk pengaman logistik. Dengan demikian, strategi kaleng Rendangmu membuktikan komitmen nyata Muhammadiyah Jawa Tengah. Terlebih lagi, mereka konsisten merawat ketahanan gizi jangka panjang bagi kawasan pelosok di Indonesia..

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.