Solusi Tata Ruang Semarang dari 15 Pakar, Ini Bocorannya!

21 Juli 2026, 17:53 WIB • 2 menit baca
Suasana rapat persiapan kegiatan sidang presentasi mahasiswa S2 MPWK Unissula untuk membedah solusi tata ruang Kota Semarang.
Suasana rapat persiapan jelang kegiatan sidang presentasi mahasiswa S2 Magister Perencanaan Wilayah Kota (MPWK) Unissula. Kematangan persiapan ini menjadi langkah awal sebelum mereka memaparkan temuan riset dan solusi konkret bagi tata ruang Kota Semarang di hadapan dewan dosen penguji. (Foto: Dok. Istimewa)

SEMARANG, Jatengdata.com – Tuntutan perbaikan tata ruang Kota Semarang kini menemui titik terang. Belasan calon pakar perencanaan wilayah bersiap membongkar temuan riset dan solusi konkret mereka melalui forum uji tesis maraton yang membedah langsung masalah riil perkotaan.

Program Studi S2 Magister Perencanaan Wilayah Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mewadahi pemikiran strategis tersebut. Pihak kampus secara khusus menggelar Seminar Hasil Penelitian berseri sejak 8 hingga 29 Agustus 2026. Forum akademik ini berfungsi sebagai ruang evaluasi ketat untuk menyempurnakan naskah karya ilmiah mahasiswa.

Sebanyak 15 mahasiswa pelopor dari Angkatan 1 tampil bergantian memaparkan kajian mereka. Para akademisi muda ini mengulas proses metodologis hingga temuan krusial dari riset lapangan. Dewan dosen pembahas bertindak langsung sebagai pembimbing sekaligus penguji akhir.

Para penguji tersebut memberikan evaluasi mendalam dan koreksi mendasar. Dewan penguji mengambil langkah ini demi menaikkan standar mutu penelitian agar selalu relevan dengan kebutuhan wilayah masa kini.

Menembus Jurnal Bereputasi Internasional

Panitia penyelenggara menerapkan skema hibrida yang kolaboratif guna memperluas jangkauan partisipasi. Seri 1, 3, dan 4 berlangsung secara tatap muka di Gedung Fakultas Teknik Unissula Lantai 2, Kampus Kaligawe. Sementara itu, Seri 2 dan 5 berjalan interaktif secara daring.

Pemilihan format daring memungkinkan akademisi eksternal ikut terlibat. Dosen pembahas maupun pengamat tata kota dari luar daerah dapat berpartisipasi optimal tanpa terhalang jarak.

Ketua Program Studi MPWK FT Unissula, Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, M.T., menegaskan urgensi dari rentetan ujian akademik ini. Institusinya mewajibkan publikasi ilmiah sebagai standar luaran mutlak bagi mahasiswa strata dua.

“Gelaran seminar berseri ini dibangun bukan sekadar sebagai pemenuhan formalitas administratif untuk meraih gelar magister,” tegas Agung Ridlo kepada Jatengdata.com, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan, langkah ini adalah lompatan strategis program studi untuk mendorong lahirnya naskah artikel ilmiah berkualitas tinggi yang siap menembus jurnal internasional.

Harapan Baru Penataan Ruang Indonesia

Evaluasi karya ilmiah menuntut penilaian multidimensi pada berbagai aspek kunci. Dewan penguji menyoroti ketajaman substansi, kebaruan dalam telaah pustaka, validitas data, hingga ketangkasan teknik presentasi. Kualitas draf tesis yang komprehensif menjadi indikator penentu kelulusan.

Mahasiswa memikul tanggung jawab besar untuk tidak berfokus pada kelulusan prosedural semata. Mereka wajib melahirkan karya yang solid dan metodologis.

Publik berharap hasil riset belasan akademisi tersebut segera menyumbang pemikiran riil dan perspektif baru. Program studi menargetkan gagasan mereka segera membuahkan rujukan bagi pemecahan masalah dinamika penataan ruang dan pembangunan kota di seluruh Indonesia.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.