Rombak Sistem, Seluruh Jurnal Unsoed Kini Ditarget Minimal Tembus SINTA 4
BANYUMAS, Jatengdata.com – Pimpinan universitas mencanangkan target ambisius bagi seluruh pengelola jurnal Unsoed. Guna mendongkrak reputasi akademik global secara progresif, rektorat mendorong penuh setiap terbitan ilmiah di lingkungan kampus agar mampu mencapai minimal akreditasi SINTA 4 melalui sistem baru yang terintegrasi.
Langkah strategis ini bukanlah sekadar formalitas administrasi kampus semata. Universitas melahirkan kebijakan pembenahan tersebut dari kesadaran untuk memastikan setiap karya akademik dosen dan peneliti benar-benar berkualitas dan mendapat pengakuan luas.
“Perguruan tinggi memiliki amanah untuk menghasilkan SDM unggul melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” ujar Rektor Unsoed Akhmad Sodiq saat memimpin rapat koordinasi di Gedung Justisia 3 Fakultas Hukum Unsoed, Jumat (24/7/2026).
Ia menempatkan publikasi ilmiah sebagai ujung tombak utama dalam mencapai target akademik tersebut. Pengembangan keilmuan, menurutnya, mutlak membutuhkan medium publikasi yang sangat kredibel.
“Peran jurnal sangat besar, terutama dalam membangun rekognisi akademik. Jurnal merupakan pintu gerbang masuk ke ilmu pengetahuan,” tegasnya di hadapan jajaran pimpinan fakultas.
Tinggalkan Sistem Lama demi Kualitas
Upaya mendongkrak kualitas publikasi ilmiah Unsoed ini membuat kampus mulai meninggalkan zona nyaman. Rektorat telah menyiapkan rencana migrasi dari sistem lawas Open Journal Systems (OJS) menuju platform terintegrasi yang lebih andal. Proses pemindahan basis teknologi ini menuntut kolaborasi dan sinergi antarpengelola jurnal di tingkat fakultas agar layanan publikasi terus meningkat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., juga menekankan fokus pada peningkatkan mutu ini. Ia menetapkan visi yang jelas terkait standar akreditasi ke depannya. Noor Farid menaruh harapan agar seluruh pengelola jurnal mampu bekerja keras mencapai akreditasi SINTA 4 sebagai pijakan awal menuju kualitas publikasi yang lebih baik.
“Akreditasi jurnal menjadi bagian penting dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan,” tutur Noor Farid.
Manuver pembenahan tata kelola Unsoed ternyata tidak berhenti pada urusan jurnal ilmiah. Dalam momen yang sama, kampus juga meluncurkan Buku Saku Pedoman Pengadaan Barang/Jasa (PBJ).
Rektorat sengaja merancang buku panduan praktis ini untuk merapikan akuntabilitas dan memastikan seluruh unit kerja beroperasi lebih efektif. Universitas berharap transparansi anggaran yang ketat ini bisa berjalan selaras dengan lonjakan kualitas akademik melalui jurnal Unsoed, sehingga institusi semakin siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.