Siap-siap! Ribuan Lowongan Kerja di Jateng Hadir di 12 Wilayah Ini
SEMARANG, Jatengdata.com – Gelombang rekrutmen besar-besaran segera terjadi setelah kucuran modal Rp23,02 triliun resmi masuk ke provinsi Jateng. Ribuan posisi siap diisi melalui pengembangan kawasan industri padat karya yang digagas langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Langkah agresif ini menjadi jawaban nyata atas tingginya kebutuhan lowongan kerja di Jateng di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Luthfi mengumpulkan langsung 105 investor dari dalam dan luar negeri di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam. Business dinner strategis ini sukses meyakinkan para pengusaha untuk terus berekspansi di daerah tersebut. Hasilnya, realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini saja sudah menyentuh angka Rp23,02 triliun.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tampaknya memang tidak main-main dalam menjaga momentum pertumbuhan ini. Mereka sedang menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru yang strategis. Belasan lokasi sentra pabrik baru ini tersebar luas mulai dari Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, hingga Brebes.
Kawasan lain seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang juga masuk dalam radar perluasan lahan. Langkah ini bertujuan mendistribusikan pusat ekonomi agar tidak menumpuk di satu wilayah saja.
Pemerintah juga turut mengembangkan infrastruktur pelabuhan dan dry port untuk memangkas biaya distribusi barang dari pabrik.
Jaminan Kemudahan Berbisnis
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan wilayahnya sangat ramah terhadap para pemilik modal. Pemerintah mempermudah urusan perizinan dan memberikan jaminan kepastian hukum. Mereka juga berkolaborasi dengan balai latihan kerja dan kampus untuk mencetak SDM terampil demi memenuhi spesifikasi lowongan kerja di Jateng pada sektor industri.
“Jawa Tengah harus menjadi kawasan untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” kata Luthfi.
Pemprov memiliki taktik apik untuk melipatgandakan dampak ekonomi dari uang yang masuk. Mereka mewajibkan perputaran dana raksasa tersebut melalui ekosistem perbankan daerah. Para penanam modal diajak untuk menggunakan layanan Bank Jateng secara maksimal.
“Kami menggandeng Bank Jateng karena merupakan bank milik pemerintah daerah. Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujar Luthfi.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko langsung merespons peluang tersebut. Ia menyiapkan institusinya sebagai mitra pembiayaan dan transaksi utama bagi pengusaha.
“Bank Jateng siap menjadi mitra strategis bagi investor melalui layanan pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, hingga berbagai kebutuhan transaksi perbankan,” kata Bambang Widyatmoko..
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.