Sehari Tembus Rp16 Triliun, Investasi Jawa Tengah Meroket Lebihi Nasional

12 Mei 2026, 12:48 WIB • 2 menit baca
Sehari Tembus Rp16 Triliun, Investasi Jawa Tengah Meroket Lebihi Nasional
Infografis destinasi wisata hits Jawa Tengah (termasuk Dieng), foto Borobudur, dan data realisasi investasi tertinggi Rp 110,64 T untuk tahun 2025.

SEMARANG, Jatengdata.com – – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses meraup komitmen penanaman modal senilai Rp16 triliun hanya dalam satu hari melalui penandatanganan 40 nota minat di ajang Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026, Senin (11/5/2026).

Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Pertumbuhan ekonomi Jateng pada kuartal pertama tahun ini sukses menembus angka 5,89 persen. Pencapaian luar biasa ini berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya berada pada level 5,61 persen. Oleh karena itu, lonjakan arus investasi Jawa Tengah terbukti menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi terus berupaya memacu tren positif tersebut melalui berbagai kolaborasi strategis.

Infografis capaian investasi Jawa Tengah tahun 2026. Menyoroti rekor komitmen investasi Rp16 triliun dalam sehari di CJIBF, pertumbuhan ekonomi Jateng 5,89% yang melampaui nasional, serta penyiapan 12 kawasan industri baru.

Gubernur Jawa Tengah meyakini pertemuan bisnis langsung sangat krusial bagi daerah. “Artinya, untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Kawal Ketat Komitmen Modal

Ajang CJIBF 2026 menawarkan 21 proyek strategis kepada para calon pemodal secara langsung. Proyek tersebut mencakup sektor energi terbarukan, hilirisasi pangan, hingga empat kawasan industri utama. Hasilnya, pemerintah mengamankan 40 nota minat (Letter of Intent/LoI) dari pemodal dalam dan luar negeri. Selanjutnya, pemerintah daerah bergegas menindaklanjuti puluhan kesepakatan awal tersebut agar tidak menguap begitu saja.

“Kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent ini kita kawal untuk betul-betul menjadi realisasi investasi,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari.

Sakina memaparkan bahwa komitmen pemodal asing mayoritas berasal dari negara-negara Asia. “Ada penanaman modal asing (PMA) dan ada penanaman modal dalam negeri (PMDN). PMA yang saya tahu ada dari Thailand, China, dan India,” ujar Sakina. Meski demikian, proses kajian bisnis biasanya memakan waktu satu hingga dua tahun sebelum dana asing tersebut benar-benar cair ke daerah.

Target Tembus Rekor Baru

Pemerintah mematok target realisasi investasi Jateng tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp110 triliun. Sebagai langkah percepatan, pemerintah daerah telah menyiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Kawasan baru ini kelak menampung berbagai proyek manufaktur, biomassa, hingga panas bumi. Kesimpulannya, sinergi pemerintahan kolaboratif siap menjadikan provinsi ini sebagai primadona investasi nasional.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Azile Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.