Berlomba dalam Kebaikan Lewat Sepiring Sarapan di Jalanan

9 Oktober 2026, 15:56 WIB • 3 menit baca
Ibu-ibu PRA Ngaliyan membagikan sepiring sarapan opor ayam kepada pengemudi ojek online dalam inisiatif program makan gratis Semarang yang digelar di jalanan.
Ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngaliyan dengan senyum hangat menyajikan sepiring nasi dan opor ayam kepada pengemudi ojek online di bawah tenda sederhana pada program rutin hari Sabtu pekan keempat. (Foto: Agung S Bakti).

SEMARANG, Jatengdata.com – Sengatan terik matahari dan debu aspal di depan Kantor Kelurahan Ngaliyan seolah tak lagi terasa menyayat kulit pada Sabtu pekan lalu. Di tengah kerasnya himpitan rutinitas jalanan dan riuhnya warga yang memeras keringat demi sesuap nasi, sebuah pemandangan menyejukkan mekar di bawah tenda sederhana.

Adalah keikhlasan tangan-tangan tulus Ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngaliyan yang menyodorkan piring-piring berisi nasi dan kepulan opor ayam lezat. Pemandangan ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan bagian dari program makan gratis Semarang yang memanggil nurani kita untuk berlomba dalam kebaikan lewat sepiring sarapan di jalanan.

Menyambung Estafet Welas Asih Semarang

Gerakan sosial di Ngaliyan ini menjadi sekuel indah dari rantai kebaikan yang terus menyala di ibu kota Jawa Tengah. Sebelumnya, gelombang welas asih serupa telah sukses menggetarkan hati publik melalui program makan gratis untuk semua di Masjid Ar Rahmah Bugangan. Kini, estafet program makan gratis Semarang itu disambut dan dihidupkan di wilayah barat kota.

Di atas jok sepeda motornya yang usang, Kholil (32) bersiap membelah debu jalanan Semarang. Kurir pengantar paket ini baru saja menandaskan sepiring opor ayam yang menjadi bahan bakar utamanya untuk terus menafkahi keluarga tercinta. Suara deru mesin motornya seolah terhenti sejenak, berganti dengan lantunan syukur.

“Bagi orang-orang seperti saya yang di jalan, kalau ada seperti ini istilahnya buat makan siang kita. Jadi jatah kita untuk uang makan siang kan bisa kita alihkan untuk kebutuhan lain. Menurut saya ini bagus, baik,” tutur Kholil, matanya memancarkan kelegaan.

Sambil mengencangkan tali helmnya, terucap seuntai harap dari bibirnya. “Kalau bisa biasa setiap minggu. Kan satu minggu sekali lebih baik.”

Kisah kehangatan juga dirasakan Hamid, mahasiswa perantauan asal Demak di UIN Walisongo. Jauh dari pelukan keluarga dengan uang saku yang sangat terbatas, pemuda ini menemukan kehangatan layaknya rumah sendiri di trotoar Ngaliyan. Ia sangat bersyukur karena bantuan sarapan ini menyelamatkan isi dompetnya yang pas-pasan.

Panggilan Nurani untuk Menenun Solidaritas

Inisiatif mulia ini bermodalkan ketulusan swadaya murni dari para pahlawan tanpa tanda jasa. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngaliyan, Herman, memandang riuhnya antrean pagi itu dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.

“Yang jelas terbuka, siapa saja bisa menikmati acara ini. Dari kalangan ojol, kemudian dari yatim piatu atau pemulung,” tegas Herman.

Saat ini, pengurus baru bisa merealisasikan inisiatif sosial tersebut satu bulan sekali, tepatnya setiap hari Sabtu pekan keempat, mulai pukul 10.00 WIB. Dananya berasal dari patungan Ibu-ibu PRA Ngaliyan yang mencapai Rp 900 ribu per kegiatan.

Gema kemanusiaan semacam ini seakan memanggil kita semua untuk turut ambil bagian dalam program makan gratis Semarang. Mari berlomba dalam kebaikan lewat sepiring sarapan di jalanan agar asa para pejuang keluarga terus menyala lebih sering.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.