Kisah Masjid Semarang Sediakan Makan Gratis Rutin untuk Semua

9 Oktober 2026, 10:27 WIB • 3 menit baca
Relawan dan pengurus Masjid Ar Rahmah sedang menyiapkan hidangan piring berisi nasi dan sayur dalam kegiatan makan gratis masjid Semarang untuk warga tanpa membedakan agama.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan saat para relawan membagikan porsi hidangan dalam kegiatan makan gratis masjid Semarang untuk semua di kawasan Kelurahan Bugangan, Semarang Timur

SEMARANG, Jatengdata.com – Bangunannya tidak berdiri di kawasan elite, melainkan menyempil di perkampungan padat tepi Kali Banger, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur. Namun, dari kesederhanaan Masjid Ar Rahmah inilah lahir sebuah inisiatif makan gratis masjid Semarang yang menggetarkan hati. Mereka secara rutin menyediakannya untuk semua kalangan yang membutuhkan, memecah batas status sosial hingga sekat keyakinan.

Rabu (7/10/2026) siang, matahari memancarkan terik yang menyengat. Meski demikian, di depan halaman masjid, sekitar dua ratus orang sudah berkerumun dengan tertib. Laki-laki, perempuan, orang tua, hingga anak-anak berdiri berdampingan. Mereka bukan mengantre sembako dari pemerintah, melainkan menanti sepiring nasi penuh kehangatan.

Suasana kekeluargaan begitu kental terasa. Para pengurus masjid dan relawan tampak sibuk membagikan porsi makanan di atas meja panjang. Seseorang dengan cekatan menyendokkan kuah sayur dari panci besar. Sementara senyum hangat tersungging dari wajah ibu-ibu yang menerima hidangan tersebut.

Usai shalat Dhuhur berjamaah, antrean ini bergerak teratur menerima nasi lengkap dengan sop daging ayam.

Jalanan kampung mendadak berubah menjadi ruang makan komunal. Yang kaya dan miskin tidak dibedakan, yang tua dan muda duduk sejajar di atas tikar. Tidak ada sekat profesi, tidak ada pertanyaan dari mana mereka berasal. Inilah potret nyata dari kehangatan makan gratis masjid Semarang yang berjalan tanpa syarat yang memberatkan.

Sediakan Makan Gratis Tanpa Tanyakan Agama

Program mulia ini sudah berjalan lebih dari dua tahun. Pelaksanaannya konsisten setiap Rabu pekan pertama dan ketiga. Seluruh hidangan tersebut nyatanya tidak mengambil dana kas masjid, melainkan murni dari keikhlasan sedekah jamaah.

Ketua Takmir Masjid Ar Rahmah, Muhammad Ikrom, mengungkapkan bahwa inisiatif berbagi makanan ini lahir murni dari nurani jamaah yang ingin menebar manfaat.

“Ini sebagai wujud kepedulian Masjid Ar Rahmah kepada sesama. Baik yang muslim maupun non muslim, semua boleh makan,” ujarnya kepada Jatengdata.com.

Ikrom menceritakan, perjalanan program ini awalnya penuh tantangan pendanaan. Namun, takmir terus menanamkan pemahaman lewat kajian tentang keutamaan sedekah. Perlahan, kesadaran itu mengakar. Warga menyisihkan hartanya tanpa paksaan dan tanpa pamrih.

Ada satu penegasan Ikrom yang menyentuh hati dan meruntuhkan tembok prasangka di tengah kehidupan kota yang kerap individualis. “Karena kami tidak bertanya kamu agamanya apa. Kamu datang, silakan ambil makan,” tambahnya.

Apresiasi Pemerintah

Dampak positif dari inisiatif ini turut diakui oleh pemerintah setempat. Lurah Bugangan, Roni Faisal SE, mengapresiasi kebaikan yang terus mengalir dari sudut kampungnya.

“Kami sebagai pemangku wilayah di Kelurahan Bugangan melihat kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi warga,” katanya kepada wartawan Jatengdata.com.

Roni mencatat, penerima manfaat meluas tidak hanya terbatas pada warga Bugangan. Banyak warga pendatang dan musafir yang tertolong.

“Walaupun hanya sepiring nasi, sangat membantu sekali,” ujarnya.

Keajaiban tidak berhenti pada hari Rabu. Setiap Selasa seusai pengajian bakda Subuh, pengurus juga menyajikan sarapan gratis bagi jamaah. Kebiasaan ini telah menjelma menjadi detak jantung kehidupan beragama yang inklusif.

Sepiring nasi dari inisiatif ini bukan sekadar mengganjal perut, melainkan menjadi bukti bahwa kepedulian nyata bisa lahir dari kesederhanaan. Gerakan makan gratis masjid Semarang ini mengajarkan bahwa kebesaran sejati tidak diukur dari megahnya kubah, melainkan dari keikhlasan untuk merangkul setiap insan yang membutuhkan.

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.