Intip ‘Hidden Gem’ Dieng Zona Dua, Potensi Wisata Jateng Segera Dikembangkan Besar-besaran

19 Mei 2026, 14:36 WIB • 3 menit baca
emandangan lanskap pegunungan Jawa Tengah yang luas dengan dua puncak gunung berapi kembar agung yang menonjol di bawah langit biru cerah. Di latar depan, sebuah bukitkamp yang lebih dekat memiliki beberapa tenda kecil berwarna-warni dan sekelompok kecil pendaki yang sedang beraktivitas. Lapisan kabut tipis mengisi lembah di antara pegunungan.
Pemandangan pagi yang agung dari dua puncak gunung kembar di Jawa Tengah, sebuah 'hidden gem' pariwisata alam seperti Kawasan Dieng Zona Dua yang kini menjadi fokus pengembangan pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Foto: visitjawatengah)

BANJARNEGARA, Jatengdata.com — Pemerintah mengincar eksplorasi “hidden gem” di kawasan Pegunungan Dieng Zona Dua dan pembenahan destinasi pesisir sebagai prioritas utama. Para kepala daerah merumuskan langkah strategis memoles potensi wisata Jateng ini demi merespons lonjakan tajam kunjungan pelancong yang menembus 74,4 juta orang.

Kebijakan strategis tersebut mengemuka dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah pada tahun 2027.

“Infrastruktur sudah (2025), dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Luthfi. Ia menambahkan bahwa integrasi peta jalan tersebut menindaklanjuti hasil Musrenbang tingkat provinsi.

Pemerintah optimistis karena pengakuan UNESCO terhadap produk budaya lokal semakin membuka peluang wisata ramah muslim. “Modalnya sudah ada di wilayah kita masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya,” jelas Luthfi.

Infografis bergaya sketsa berjudul Wajah Baru Wisata Jateng 2027 dari jatengdata. Gambar memuat empat poin data utama: transisi pariwisata menjadi prioritas ekonomi 2027, grafik lonjakan 74,4 juta wisatawan pada 2025, peta eksplorasi hidden gem Kawasan Pegunungan Dieng Zona Dua di Banyumas Raya, serta ilustrasi revitalisasi pesisir dan 19 desa wisata daerah di Cilacap
Peta jalan Wajah Baru Wisata Jateng 2027 menyoroti transisi fokus ekonomi ke sektor pariwisata berkelanjutan. Eksplorasi Kawasan Pegunungan Dieng Zona Dua dan revitalisasi wisata Cilacap menjadi program prioritas untuk merespons lonjakan 74,4 juta kunjungan pelancong. (Infografis: jatengdata)

Sinergi Banyumas Raya Garap Kawasan Dieng

Arahan gubernur ini langsung mendapat sambutan positif dari para kepala daerah se-Banyumas Raya. Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan kesiapannya untuk membuka akses ekonomi baru berbasis kearifan lokal.

Ia menilai wilayah pegunungan menyimpan daya tarik besar yang sanggup mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat potensi wisata Jateng. “Destinasi wisata zona dua ini belum banyak disentuh. Desa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara, agar pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Amalia.

Kondisi geografis Banjarnegara yang menyerupai Wonosobo dan Purbalingga mempermudah sinergi pengembangan antarkawasan. Karakter alam asri menjadi modal utama pemerintah daerah dalam memikat jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Revitalisasi Objek Wisata dan Penguatan Desa Wisata

Upaya serupa juga berjalan serentak di kawasan pesisir selatan. Pemerintah Kabupaten Cilacap bergerak cepat memetakan aset guna mengoptimalkan potensi wisata Jateng melalui pembenahan fasilitas menyeluruh.

Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyebut pihaknya kini memiliki 19 desa wisata daerah mandiri yang membutuhkan pendampingan lanjutan. “Kami akan tata ulang supaya bisa dimanfaatkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan,” ujar Ammy.

Pemkab Cilacap saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Kebudayaan untuk mengeksekusi rencana tersebut. Langkah nyata ini secara khusus menyasar revitalisasi wisata Cilacap, terutama penataan ikon sejarah Teluk Penyu dan Benteng Pendem.

Lompatan Data Pariwisata Jawa Tengah

Para kepala daerah mendasarkan komitmen mereka pada performa pariwisata provinsi yang terus meroket tajam. Data tahun 2025 membuktikan sektor ini mampu tumbuh signifikan hingga menembus angka 10,60 persen.

Kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga konsisten naik dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen. Lonjakan angka PDRB berjalan lurus dengan volume tingkat kunjungan pelancong.

Pada tahun 2022, provinsi ini mencatat 46,6 juta kunjungan, lalu melesat naik 59,73 persen menjadi 74,4 juta orang pada akhir 2025. Pemerintah meyakini kolaborasi solid antara provinsi dan kabupaten sanggup menjaga tren pertumbuhan positif tersebut.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Azile Aziz
Sumber: Humas Pemprov
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.