Popda Jateng 2026 Bergulir, 7.515 Atlet Pelajar Kejar Target Ini

2 September 2026, 10:05 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengangkat piala kehormatan di tengah kerumunan kontingen atlet pelajar saat pembukaan Popda Jateng 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengangkat piala bersama perwakilan atlet pelajar dari berbagai daerah saat meresmikan pembukaan Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang. (foto: Humas Pemprov).

SEMARANG, Jatengdata.com – Sebanyak 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota resmi bertarung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang. Kompetisi yang berlangsung pada 1-6 September 2026 ini tidak sekadar menjadi arena perebutan medali emas, tetapi juga difokuskan sebagai panggung utama penjaringan bibit unggul menuju tingkat nasional.

Ribuan peserta tersebut meliputi 1.647 atlet jenjang SD, 2.335 atlet SMP, dan 3.533 atlet SMA. Mereka mendapat pendampingan langsung dari 1.210 pelatih serta 334 ofisial untuk bersaing secara profesional pada 23 cabang olahraga yang mempertandingkan 522 nomor.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan ajang bergengsi ini memegang peran krusial dalam sistem pembinaan atlet yang terstruktur. Melalui Popda, pemerintah daerah secara sistematis menyiapkan para pelajar untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Popda merupakan dasar untuk kita nanti take off ke Popnas. Adik-adik ini adalah bibit unggul yang akan mengharumkan nama Jawa Tengah. Jadi seluruh cabor kita pertandingan,” kata Ahmad Luthfi seusai membuka Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa (1/9/2026).

Dia menilai orientasi pembinaan olahraga harus melampaui sekadar perolehan medali. Pertandingan fisik ini dirancang menjadi ruang strategis guna menempa generasi muda agar memiliki kedisiplinan dan mental juang yang tangguh.

“Jadi kita didik dari kecil bahwa olahraga adalah kebutuhan dasar serta style atau gaya hidup anak-anak muda sehingga ke depan memiliki karakter terkait disiplin, tanggung jawab, dan jiwa petarung,” tegasnya.

Infografis ringkasan data 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten kota yang berlaga di 23 cabang olahraga pada ajang Popda Jateng 2026 sebagai jembatan menuju Popnas.
Infografis rincian data partisipasi masif 7.515 atlet pelajar dari tingkat SD hingga SMA yang memburu medali dan prestasi di ajang Popda Jateng 2026. (Infografis: jatengdata.com)

Parameter Pembinaan Daerah

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, memandang besarnya angka partisipasi tersebut membuka ruang objektif untuk mengevaluasi efektivitas pembinaan di masing-masing wilayah.

“Adanya Popda bisa mengukur dan pembinaan di masing-masing kota, kemudian berjenjang ke tingkat provinsi hingga nanti nasional,” ujarnya.

Bagi peserta, kompetisi tahunan ini merupakan wadah pembuktian hasil latihan intensif mereka. Yuniar dan Inasya, dua atlet panjat tebing asal Kabupaten Blora, membidik podium tertinggi setelah menjadikannya sebagai pemanasan menuju ajang lain.

“Persiapan sudah dari kemarin-kemarin karena sekalian persiapan untuk Porprov. Jadi ini buat try out juga. Popda tahun lalu dapat perak, tahun ini ingin dapat emas,” ujar keduanya.

Rangkaian pertandingan Popda Jateng 2026 merepresentasikan langkah konkret regenerasi atlet Jawa Tengah. Capaian positif kontingen provinsi ini yang sukses menempati peringkat kedua pada Popnas 2025 menjadi pijakan data yang kuat untuk terus menjaga tradisi prestasi menuju Popnas 2027.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.