Perbaiki Sistem Pendidikan Indonesia, Undip Dorong Pemetaan Bakat Anak Sejak Dini
SEMARANG, Jatengdata.com – Kalangan akademisi terus mendorong upaya perbaikan sistem pendidikan Indonesia. Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro (Undip), Wijayanto, Ph.D memandang perlunya pemetaan bakat anak secara dini saat menjadi pembicara dalam ajang International Conference on Vocational Education and Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 di Semarang, Kamis (16/7/2026). Ia menilai langkah strategis ini sangat penting agar publik tidak lagi memandang sebelah mata lulusan sekolah vokasi.
Menurut Wijayanto, kita bisa menengok model pendidikan Jerman dan Belanda. Kedua negara ini telah lama membuktikan pentingnya identifikasi potensi siswa sejak usia dini. Strategi ini sangat ampuh mencegah fenomena siswa yang salah memilih jurusan. Anak-anak bisa fokus mengembangkan kemampuan utama mereka sejak awal. Para guru juga bisa leluasa memandu minat asli para siswa.
“Di sana vokasi bukan nomor dua. Mereka melakukan tes bakat sehingga anak-anak bisa dipetakan sesuai potensinya,” ujar doktor alumnus Leiden University, Belanda ini.
Ia menambahkan bahwa tes bakat anak secara spesifik akan mengarahkan generasi muda menuju jalur yang presisi. Sebagian siswa memang memiliki kapasitas luar biasa untuk menjadi ilmuwan. Namun, banyak juga anak yang menyimpan bakat emas sebagai teknokrat handal. Negara sangat membutuhkan kedua peran ini untuk maju. Pemerintah harus memfasilitasi potensi besar generasi muda ini.
“Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun negara,” kata Wijayanto menegaskan.
Pernyataan akademisi ini menjadi pengingat penting di tengah euforia masyarakat. Saat ini, banyak orang tua bersaing ketat memasukkan anak mereka ke perguruan tinggi melalui berbagai seleksi. Padahal, jalur vokasi menawarkan peluang karier yang juga sangat menjanjikan. Masyarakat perlahan harus mulai mengubah stigma negatif ini.
Dorong Siswa SMP Ciptakan Inovasi
Pandangan konstruktif akademisi Undip ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, turut menyoroti urgensi pengenalan keterampilan vokasi sejak dini dalam panggung konferensi internasional ICVEAST 2026 tersebut. Ia mendorong pemerintah merombak sistem pendidikan Indonesia hingga menyentuh level menengah pertama.
“Kalau kita bicara tentang vokasi, harusnya tidak dimulai dari SMK, akan tetapi di bawahnya, yaitu di jenjang SMP,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin menilai pengenalan lebih awal akan memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi siswa. Peserta didik memiliki waktu ideal untuk mengenali minat mereka tanpa menerima tekanan akademik berlebih. Sekolah juga harus segera menggeser orientasi kelulusan. Lembaga pendidikan wajib mendorong siswa tumbuh menjadi pencipta inovasi, bukan sekadar mendidik mereka menjadi pencari kerja.
“Mindset-nya sudah bukan lagi kita menjadi pegawai atau buruh, akan tetapi bagaimana kita menciptakan sesuatu yang benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap sinergi ini berjalan lancar. Dunia akademik dan pembuat kebijakan harus bergandengan tangan mengambil langkah nyata. Kerja sama ini sangat penting untuk menyempurnakan sistem pendidikan Indonesia. Lewat pemetaan bakat yang presisi, lulusan sekolah vokasi akan siap bersaing. Mereka akan tampil memimpin kemajuan teknologi industri.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.