Pemerintah Kucurkan Dana Rp50 Juta demi Sukseskan Program Satu Desa Satu TK

6 April 2026, 13:22 WIB • 3 menit baca
Foto Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berpidato di podium peresmian gedung TK Muhammadiyah Ngaliyan, Semarang. Beliau tersenyum mengenakan kemeja batik dan peci hitam, berdiri di depan spanduk acara yang menampilkan wajahnya dan teks peresmian.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, menyampaikan pidato dalam peresmian Gedung TK Muhammadiyah Ngaliyan di Semarang, Jawa Tengah. Acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pendidikan anak usia dini. (foto: Adib)

SEMARANG, jatengdata.com – Pemerintah pusat resmi menjadikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pendidikan. Hal ini mendukung inisiatif wajib belajar 13 tahun melalui peluncuran Program Satu Desa Satu TK secara nasional. Selanjutnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, mempertegas komitmen strategis tersebut. Beliau menyiapkan alokasi bantuan operasional senilai Rp50 juta. Pengumuman ini berlangsung saat peresmian TK ABA 31 Wonosari, Semarang, Sabtu (4/4/2026).

Dukungan Penuh Pemerataan PAUD

Pemerintah merancang langkah nyata untuk mewujudkan PAUD sebagai basis pendidikan. Oleh karena itu, negara kini memberikan perhatian penuh pada jenjang usia dini demi mencetak generasi unggul. Sebagai wujud tindak lanjut, Kemendikdasmen mulai menggulirkan Program Satu Desa Satu TK. Kemudian, pemerintah menjalin kerja sama lintas kementerian untuk menyukseskan target ambisius ini.

Kebijakan ini sekaligus membuka ruang partisipasi luas bagi unsur masyarakat. Lembaga pendidikan swasta seperti TK ABA, RA, hingga TK Bhayangkara dapat langsung berkontribusi. Mereka bisa ikut aktif menyediakan layanan pendidikan krusial tersebut di tingkat wilayah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan finansial terukur bagi lembaga penyelenggara daerah. Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan operasional PAUD senilai Rp50 juta. Nantinya, pemerintah akan menyalurkan dana segar tersebut ke berbagai lembaga dalam dua paket pencairan beruntun.

Tidak hanya itu, negara segera menjalankan program revitalisasi sekolah 2026. Program strategis ini mencakup pembangunan fisik unit sekolah baru. Pemerintah juga memasukkan fasilitas ruang kelas taman kanak-kanak di dalam cetak biru pembangunan tersebut.

Infografis: Program Satu Desa Satu TK

Sinergi Kuat Bersama Masyarakat

Menteri Abdul Mu’ti sangat menekankan urgensi kolaborasi dalam memajukan sektor pendidikan. Oleh sebab itu, pemerintah sangat menghargai peran aktif organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah. Organisasi tersebut terus konsisten bergerak menyediakan layanan pendidikan dasar hingga mencapai pelosok negeri.

“Kita mengapresiasi kontribusi besar Aisyiyah dalam dunia pendidikan, bahkan tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Mari kita bersama-sama memajukan PAUD,” ujar Abdul Mu’ti.

Secara psikologis dan pedagogis, pendidikan usia dini memegang peran paling krusial. Fase awal ini sangat menentukan arah pembentukan karakter generasi masa depan. Dengan demikian, seluruh pihak wajib memprioritaskan penguatan Program Satu Desa Satu TK secara bersama-sama. Langkah ini sangat penting agar kita mencapai target pembangunan sumber daya manusia yang mumpuni.

Di sisi lain, peresmian gedung baru fasilitas pendidikan di Ngaliyan menjadi bukti nyata sinergi tersebut. Mu’ti pun memberikan apresiasi tertinggi kepada masyarakat dan pengurus persyarikatan setempat. Beliau memuji keras komitmen mereka dalam memajukan ekosistem dunia pendidikan.

“Kolaborasi ini menunjukkan semangat kuat masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan semua jenjang. Hal ini menjadi modal penting bagi kemajuan pendidikan di Ngaliyan dan Kota Semarang,” tutup Abdul Mu’ti, menegaskan harapan atas keberhasilan Program Satu Desa Satu TK di masa mendatang.

Kontributor: Imam
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.