Nasib Candi Gedong Songo di Tengah Mega Proyek Panas Bumi Ungaran

18 September 2026, 10:21 WIB • 3 menit baca
Panelis diskusi duduk di depan layar presentasi yang menampilkan perbandingan mitos dan fakta seputar kelestarian Candi Gedong Songo di tengah rencana proyek PLTP Gunung Ungaran.
Suasana diskusi publik di Kampus FISIP Undip, Semarang, Kamis (17/9), yang secara khusus membedah 'Mitos vs Fakta' untuk meluruskan kekhawatiran masyarakat mengenai dampak pengembangan mega proyek PLTP Gunung Ungaran terhadap kelestarian kawasan Cagar Budaya Candi Gedong Songo.

SEMARANG, Jatengdata.com –Nasib kawasan Candi Gedong Songo menjadi sorotan utama warga. Isu ini mencuat di tengah rencana mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran. Publik khawatir pengeboran energi panas bumi ini merusak situs bersejarah peninggalan masa lampau tersebut. Merespons kegelisahan ini, pemerintah akhirnya buka suara dalam sebuah diskusi publik di Kampus FISIP Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (17/9).

Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Priatin Hadi Wijaya, menegaskan komitmen pengamanan cagar budaya. Ia memastikan proyek PLTP Gunung Ungaran tidak akan merusak situs bersejarah. Tim teknis belum menetapkan titik pengeboran secara sembarangan hingga saat ini.

“Saat ini masih dalam proses studi. Nantinya PLN yang diminta menyampaikan laporan secara berkala, termasuk pembaruan data bawah permukaan melalui kajian geofisika, geokimia, dan geologi. Proses penentuan lokasi pengeboran dan fasilitas produksi akan melalui kajian serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah,’ ungkap Priatin.

Ia juga menepis kekhawatiran bahwa pengembangan panas bumi secara otomatis akan merusak situs budaya seperti Candi Gedong Songo di kawasan Ungaran

Priatin mencontohkan keberhasilan tata kelola proyek serupa di dataran tinggi Dieng. Infrastruktur tersebut berhasil beroperasi tanpa merusak kawasan Candi Arjuna.

“Penentuan titik pengeboran tidak dilakukan secara sembarangan dan akan memperhatikan berbagai aspek, termasuk keberadaan situs maupun kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Pengembangan panas bumi di Dieng yang tetap berjalan berdampingan dengan sejumlah situs budaya, termasuk kawasan Candi Arjuna. Begitu pula nantinya di Gunung Ungaran, jauh dari Candi Gedongsongo”, tambah Priatin.

Jarak Aman Infrastruktur PLTP

Executive Vice President Management Geothermal PT PLN, John Yudi Steve Rembet, mempertegas jaminan perlindungan tersebut. PLN mencari alternatif terbaik guna menghindari kerusakan aset budaya. Pihaknya juga menjamin aktivitas pariwisata sejarah ini tetap berjalan normal.

“Jauh (dari Candi Gedong Songo), tadi kalau bahasa tadi sekitar dua kilometer. Perimeternya itu dua kilometer itu, tapi bisa lebih jauh lagi. Itu kan perimeternya ya, jadi bisa tidak persis di dua kilometer itu. Bangunan dan kegiatan wisata Candi Gedongsongo masih bisa berjalan dan utuh. Dan kami berkomitmen berusaha menghindari itu,” jelas John di acara yang sama.

WALHI Ingatkan Risiko Bencana Lingkungan

Di sisi lain, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah, Fahmi Bastian, memberikan catatan tajam. Ia menuntut pemerintah mengkaji ulang megaproyek energi bernilai investasi Rp5,7 triliun tersebut.

“Kalau dalam konteks urgensi energi, sebenarnya tidak terlalu membutuhkan,” tegas Fahmi.

Ia kemudian melanjutkan, “Kalau bicara cadangan, cadangan kita itu di atas 30 persen. Kalau hanya 55 MW dengan investasi Rp5,7 triliun, ini perlu dikaji lagi.”

Fahmi membandingkan proyek energi panas bumi ini dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ia menilai pembangunan infrastruktur PLTS memerlukan biaya lebih murah dan minim risiko bagi kelestarian alam. Apalagi pembangunan infrastruktur panas bumi di kawasan pegunungan sangat berisiko merubah fungsi kawasan hutan.

“Geothermal memang zero emisi, tetapi tidak zero bencana. Dampak terhadap konteks kebencanaan juga perlu diperhitungkan,” ujarnya.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.