Mogok Melaut, Ribuan Massa Demo Nelayan Pati 2026 Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
PATI, Jatengdata,com – Krisis harga BBM industri memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Pati berhenti melaut dan menggelar demonstrasi di Pendopo Kabupaten, Senin (4/5/2026). Guna memfasilitasi penyampaian pendapat tersebut, kepolisian menerjunkan 1.456 personel gabungan untuk mengamankan Demo Nelayan Pati 2026 melalui pendekatan negosiasi tanpa aksi represif.
Ribuan nelayan terpaksa mogok melaut pada awal pekan ini. Mereka bersatu menyuarakan krisis ekonomi yang makin mencekik kawasan pesisir. Secara khusus, tingginya tuntutan harga BBM nelayan memicu kelumpuhan total aktivitas penangkapan ikan. Oleh karena itu, massa mendesak pemerintah pusat agar segera menurunkan harga bahan bakar industri.
Pengawalan Humanis Tanpa Senjata
Selanjutnya, aparat keamanan merespons gelombang unjuk rasa ini dengan strategi berbeda. Sebanyak 1.456 personel gabungan bersiaga mengamankan lokasi di sekitar Pendopo Kabupaten Pati. Pasukan pengamanan ini melibatkan anggota Polresta Pati, BKO Polda Jateng, hingga unsur tenaga kesehatan dan pemadam kebakaran. Di sisi lain, Polresta Pati amankan demo dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan persuasif.

Bahkan, Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, memberikan larangan tegas bagi jajarannya. Seluruh personel kepolisian tidak boleh membawa senjata api maupun tongkat pemukul selama berjaga. Selain itu, petugas juga mengoptimalkan peran tim negosiator sebagai ujung tombak komunikasi di lapangan.
“Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari saudara-saudara kita nelayan,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi. “Tugas kita mengawal agar aspirasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan damai.”
Fokus Melayani Masyarakat Pesisir
Sementara itu, tim negosiator bertugas menyerap aspirasi massa secara langsung. Langkah ini polisi ambil untuk mencegah masuknya provokator liar di tengah kerumunan. Melalui cara ini, pelaksanaan Demo Nelayan Pati 2026 diharapkan sama sekali tidak mengganggu ketertiban umum masyarakat luas.
“Kami hadir untuk melayani, bukan menimbulkan ketakutan,” tegas Jaka Wahyudi. Ia menginstruksikan agar seluruh anggota mampu merangkul warga pesisir tersebut.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, turut menjamin kondusivitas acara. Ia memastikan negara hadir memfasilitasi ribuan nelayan mogok melaut tersebut saat menyampaikan keluh kesah mereka.
“Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kombes Pol Artanto. Ia menjamin kegiatan penyampaian pendapat ini berlangsung aman, tertib, dan damai hingga selesai.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.