Datang Paling Awal di MTQ Nasional 2026, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Selendang Jepara

10 September 2026, 09:38 WIB • 3 menit baca
Panitia MTQ Nasional 2026 Jawa Tengah berjabat tangan menyambut perwakilan Kafilah Papua Barat Daya yang mengenakan mahkota khas Papua dan selendang rajut Jepara berlatar belakang backdrop resmi MTQ.
Panitia daerah menyambut hangat kedatangan Kafilah Provinsi Papua Barat Daya setibanya di Kota Semarang untuk mengikuti ajang MTQ Nasional ke-31. Rombongan yang mengenakan atribut adat Papua ini menjadi delegasi pertama yang tiba dan menerima apresiasi berupa pengalungan selendang rajut khas Jepara.(Foto: Humas Pemprov).

SEMARANG, Jatengdata.com – Kafilah asal Provinsi Papua Barat Daya mencatatkan diri sebagai rombongan pertama yang tiba di Kota Semarang untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31. Kedatangan 71 anggota kafilah pada Rabu (9/9/2026) ini langsung mendapat sambutan hangat berupa pengalungan selendang rajut khas Jepara dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin langsung memberikan pelayanan optimal untuk menghormati tamu perdana tersebut sejak mereka mendarat di bandara. Keputusan kafilah datang lebih cepat dari jadwal resmi kepanitiaan pusat ini sama sekali tidak mengurangi kesiapan tuan rumah.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, mengaku terkesan dengan sambutan bernuansa kekeluargaan dari pihak tuan rumah.

“Kami sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang telah menyambut kami dengan penuh antusias,” ujar Abu Bakar Alhamid.

Ikatan Kekeluargaan Jawa dan Papua

Abu Bakar Alhamid menyebut masyarakat Jawa dan Papua memiliki hubungan sosial yang sangat erat selama ini. Fakta di lapangan menunjukkan banyak warga Jawa bermukim di Provinsi Papua Barat Daya, lalu hidup berdampingan secara harmonis bersama warga lokal.

“Jawa Tengah itu seperti saudara sendiri. Orang-orang Jawa yang ada di Papua Barat Daya punya ikatan kekeluargaan, dan bersama-sama membangun Papua Barat Daya,” katanya.

Rombongan kafilah berjumlah 71 orang ini datang lebih awal tidak hanya untuk mengejar prestasi. Kehadiran mereka turut membawa misi besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta memperkuat solidaritas keagamaan di Nusantara.

Infografis detail kedatangan Kafilah Papua Barat Daya sebagai rombongan pertama di MTQ Nasional XXXI Semarang pada 9 September 2026, menampilkan sambutan selendang Jepara, simbol persaudaraan, dan jadwal utama.
Rangkuman fakta kedatangan perdana Kafilah Provinsi Papua Barat Daya di ajang MTQ Nasional ke-31 Semarang, menonjolkan eratnya persaudaraan Nusantara melalui sambutan tradisi lokal.

Persiapan Ekstra Jelang Lomba

Waktu adaptasi yang lebih panjang menguntungkan kafilah yang datang paling awal. Seluruh peserta sebelumnya juga telah mematangkan persiapan teknis dan fisik di daerah asal. Peserta cabang tilawah dewasa putri, Sarah Yunita, mengatakan dirinya telah menjalani training center selama sekitar satu bulan.

“Latihannya biasanya habis Subuh dan habis Magrib. Selain itu saya juga menjaga makan dan pola hidup,” ujar Sarah.

Kunjungan perdana Sarah ke Semarang ini memunculkan rasa penasaran terhadap ragam kuliner khas setempat. Meskipun demikian, Sarah memastikan fokus utamanya tetap mengarah pada kualitas performa saat perlombaan nanti.

“Kalau sudah sampai sini berarti harus siap untuk lomba dan terus latihan untuk maju ke mimbar tilawah,” katanya.

Rangkaian Agenda MTQ Nasional 2026

Panitia menyelenggarakan ajang MTQ Nasional ke-31 dari 11 hingga 20 September 2026 yang berpusat di Lapangan Simpanglima, Semarang. Presiden Prabowo Subianto akan hadir secara langsung meresmikan pembukaan acara pada 12 September.

Agenda resmi kepanitiaan baru memulai jadwal kedatangan kafilah, registrasi ulang, dan malam ta’aruf pada 11-12 September. Panitia kemudian menggelar pawai ta’aruf, pelantikan dewan hakim, pembukaan pameran, serta upacara pembukaan MTQ Nasional pada 12 September.

Para peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk seluruh cabang musabaqah pada 13-17 September, lalu melangkah ke babak final pada 18 September. Rangkaian acara tuntas dengan city tour dan penutupan pada 19 September, sebelum seluruh kafilah pulang ke daerah asal masing-masing pada 20 September.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.