Prabowo Puji Model Banyumas, Jateng Zero Sampah 2028 Siap Terwujud

29 April 2026, 11:35 WIB • 3 menit baca
Prabowo Puji Model Banyumas, Jateng Zero Sampah 2028 Siap Terwujud
Presiden Prabowo Tinjau Pengolahan Sampah Banyumas

BANYUMAS, Jatengdata.com – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menjadikan krisis persampahan sebagai prioritas nasional yang wajib terkendali maksimal tiga tahun ke depan. Menyambut instruksi tegas tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi meyakini target Jateng zero sampah 2028 segera tercapai berkat keberhasilan sistem pengolahan terpadu berbasis sirkular di Banyumas.

Mengelola sampah tidak sekadar menimbun material sisa, tetapi wajib menciptakan nilai ekonomi baru. Konsep terobosan inilah yang membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas mendapat sorotan utama. Pasalnya, fasilitas ini sukses mengubah masalah lingkungan menjadi bahan bakar alternatif bermutu tinggi.

Selanjutnya, data internal mencatat Kabupaten Banyumas menghasilkan 738,80 ton sampah harian. Dari total volume tersebut, sistem pengolahan sukses menangani 77,76 persen material sisa. Oleh karena itu, pemerintah daerah hanya perlu mencari jalan keluar untuk sedikit limbah yang belum tertangani.

Menyikapi keberhasilan teknis ini, pemerintah provinsi siap memperluas jangkauan operasional fasilitas serupa. “Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” ujar Ahmad Luthfi Gubernur Jateng.

Kekuatan Fasilitas RDF Jawa Tengah

Lebih lanjut, strategi operasional pengolahan ini secara cerdas melibatkan kolaborasi dengan industri skala besar. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini menggandeng empat pabrik semen terkemuka sebagai pembeli produk hasil olahan. Kerja sama strategis ini menjadi kunci utama keberlanjutan perputaran ekonomi sirkular.

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” tegas Ahmad Luthfi.

Ilustrasi ini merangkum strategi optimis Jawa Tengah untuk mencapai target bebas sampah pada 2028, satu tahun mendahului target nasional. Fokus utamanya meliputi kesuksesan pengolahan 77,76% sampah Banyumas menjadi bahan bakar alternatif (RDF) bagi 4 pabrik semen, serta rencana ekspansi fasilitas serupa ke 16 wilayah guna menjawab instruksi Presiden Prabowo.

Sementara itu, pemerintah pusat mematok Target zero waste Indonesia baru tercapai pada tahun 2029 mendatang. Namun, provinsi ini sangat percaya diri bisa melampaui tenggat waktu nasional tersebut. Langkah percepatan penyediaan Fasilitas RDF Jawa Tengah terus bergulir pada wilayah aglomerasi padat penduduk.

“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” ujar Ahmad Luthfi.

Dukungan Penuh Pemerintah Pusat

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto merespons sangat positif inisiatif tata kelola regional ini. Beliau menilai skema ekonomi sirkular dari hulu ke hilir ini terbukti sangat efektif. Oleh karena itu, pemerintah pusat berkomitmen menurunkan bantuan langsung guna menyempurnakan infrastruktur yang ada.

“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, harus bisa kita kendalikan,” ujar Prabowo.

Kesimpulannya, sinergi taktis antara ketegasan kebijakan pusat dan inovasi daerah ini membawa angin segar. Keberhasilan implementasi model Banyumas membuktikan bahwa kolaborasi nyata mampu mengakselerasi perwujudan lingkungan yang jauh lebih bersih.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.