Orang Tua Wajib Tahu! Gebrakan Baru di Puncak Hari Anak Nasional 2026

24 Juli 2026, 10:30 WIB • 2 menit baca
Sekelompok anak bermain alat musik tradisional angklung di atas panggung dalam perayaan Hari Anak Nasional 2026 dan Milad ke-109 Aisyiyah di Kabupaten Srage
Penampilan memukau anak-anak saat bermain angklung memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dan Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah di Kabupaten Sragen, Kamis (23/7/2026). Panggung kreativitas ini selaras dengan peluncuran Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak (GACA) guna menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas kekerasan bagi generasi penerus.

SRAGEN, Jatengdata.com – Kekhawatiran ribuan keluarga terhadap maraknya kekerasan pada anak akhirnya mendapat jawaban lewat langkah tak terduga. Ratusan perempuan militan turun tangan langsung membawa solusi konkret perlindungan. Mereka bertujuan menyelamatkan masa depan generasi muda secara nyata.

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sragen merespons krisis tersebut secara tegas. Mereka meluncurkan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) dalam Resepsi Milad ke-109. Peluncuran bersejarah ini berlangsung bersamaan dengan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Sragen, Kamis (23/7/2026).

Program ini sengaja didesain untuk menjadi senjata dalam memberantas berbagai persoalan pelik di tengah masyarakat. Masalah utama yang menjadi target mencakup upaya pencegahan stunting Sragen, menekan kasus bullying anak, hingga penguatan ketahanan ekonomi keluarga yang kian meresahkan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., hadir langsung memberikan dukungan penuh. Bupati mengajak ‘Aisyiyah terus menjadi mitra strategis pemerintah. Ia juga menyerukan penolakan terhadap kepasrahan sosial akibat derasnya arus informasi.

“Mudah bagi kita untuk melipat tangan dan berkata: ‘Masalah daerah ini terlalu besar. Masalah bangsa ini terlalu rumit. Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah organisasi perempuan?’” ujar Sigit.

Namun, optimisme sang bupati justru tumbuh pesat. Ia melihat kiprah konsisten para kader ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.

“Namun, berdiri di podium ini, menatap wajah-wajah Ibu-Ibu kader ‘Aisyiyah, para perempuan berkemajuan yang mengenakan kerudung dengan senyum ketulusan, saya menolak pesimisme itu!” tegasnya.

Landasan Fikih Perlindungan Anak

Selain kolaborasi pemerintah, Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak membawa pendekatan religius yang kokoh. Ketua PDA Kabupaten Sragen, Dra. Dwi Astuti, M.Pd., memberikan penjelasan. GACA mengimplementasikan nilai-nilai QS An-Nisa ayat 9. Tujuan gerakan ini yakni mewujudkan generasi kuat, berkarakter, terlindungi, dan berkemajuan.

Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, S.Psi., mempertajam visi ini. Dalam tausiyahnya, Evi menegaskan nilai penting perlindungan anak. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari gerakan dakwah kemanusiaan bersama.

Ia mengajak seluruh kader memperkuat implementasi Fikih Perlindungan Anak. Langkah ini akan membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.

Momen Hari Anak Nasional 2026 ini memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut akan mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.