Stunting Mengancam, Aisyiyah Jateng Terjunkan Pasukan Khusus Desa

28 Juni 2026, 11:04 WIB • 2 menit baca
Penyerahan simbolis bantuan tas biru kepada perwakilan ibu dan anak oleh petugas berseragam hijau dalam acara Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng di Wonderpark Tawangmangu untuk program cegah stunting.
Penyerahan simbolis bantuan dari Pemprov Jawa Tengah kepada keluarga stunting, keluarga dhuafa, ibu hamil, dan para mualaf dalam acara pembukaan Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng di Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Dok, Panitia)

KARANGANYAR, Jatengdata.com – Sebanyak 670 perempuan tangguh dari Aisyiyah Jateng kini bergerak serentak menembus pelosok desa demi menyelamatkan keluarga dari ancaman gizi buruk dan kemiskinan ekstrem. Aksi kolosal ini merombak gaya dakwah konvensional menjadi gerakan pemberdayaan riil yang langsung menyasar jantung permasalahan sosial masyarakat.

Langkah strategis ini mewujud melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan yang berlangsung di Wonder Park, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada 27-28 Juni 2026. Momentum ini menjadi titik tolak bagi para kader untuk memperkuat ketahanan keluarga. Mereka tidak sekadar berteori, melainkan membedah persoalan riil menggunakan validasi data lapangan yang akurat.

Sinergi Lintas Sektor untuk Solusi Instan

Penanganan krisis sosial jelas menuntut kekuatan berskala besar. Karena itu, gerakan ini merangkul berbagai instansi mulai dari BAZNAS, BKKBN, hingga otoritas pemerintah daerah. Sinergi pentaheliks ini bertujuan mempercepat eksekusi program saat mengentaskan kemiskinan ekstrem Jawa Tengah.

Kolaborasi keta Aisyiyah Jatengt ini memastikan setiap bantuan dan pendampingan benar-benar tepat sasaran. Ketua Pimpinan Wilayah (PWA) jawa Tengah Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menekankan pentingnya basis rumah tangga dalam membangun fondasi negara.

“Keluarga sakinah adalah unit terkecil yang menghadirkan lingkungan harmonis sekaligus menjadi pondasi terbentuknya Qaryah Thayyibah,” ujar Eny.

Terjunkan Pasukan Khusus Penggerak Desa

Bukti keseriusan gerakan ini tampak pada peluncuran 109 Mubalighat Penggerak Desa. Pasukan elit perempuan ini membawa sepuluh program unggulan ke wilayah binaan. Mereka secara intensif membenahi ketahanan pangan, literasi digital, hingga kesehatan reproduksi demi cegah stunting anak sejak dini.

Ketua Panitia Jambore, Dr. Amiroh, M.Ag., memastikan agenda besar ini mencetak agen perubahan sejati di lapangan. Pertemuan ini jauh dari kesan perayaan seremonial biasa.

“Kami menyiapkan kader-kader yang siap turun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan Qaryah Thayyibah melalui pendampingan keluarga dan desa secara berkelanjutan,” ujar Amiroh.

Bangun Fondasi Ekonomi Warga

Program pemberdayaan tentu menuntut kemandirian finansial yang kuat. Merespons tantangan ini, kader turut menginisiasi Gerakan Perempuan Mengaji yang menyasar kesehatan mental spiritual warga. Pendekatan komprehensif ini mengawal ketangguhan warga saat menghadapi kerasnya tekanan ekonomi digital.

Dukungan penuh juga mengalir dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mengarahkan seluruh kader untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa secara sistematis.

“Kita bangun desa sadar zakat sehingga zakat menjadi kultur kehidupan masyarakat, karena salah satu kekuatan dakwah kita adalah kekuatan finansial,” ujar Tafsir.

Rangkaian aksi nyata di Karanganyar ini mengukuhkan komitmen Aisyiyah Jateng dalam menghadirkan dakwah yang solutif. Melalui pemberdayaan berkelanjutan, masyarakat kini memiliki proteksi kuat untuk mandiri, sejahtera, dan terbebas sepenuhnya dari jerat kemiskinan.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.