Kuota Tembus 34 Ribu Orang, Keberangkatan Haji Jateng 2026 Resmi Dimulai via Dua Embarkasi

22 April 2026, 12:21 WIB • 2 menit baca
Wagub Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pelepasan jemaah Haji Jateng 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan arahan saat melepas kloter pertama jemaah Haji Jateng 2026 di Embarkasi Solo. (Dok. Humas Jateng)

SEMARANG, Jatengdata.com – Sebanyak 34.122 calon jemaah haji asal Jawa Tengah resmi memulai pergerakan massal menuju Tanah Suci tahun ini. Rombongan kloter perdana asal Kabupaten Tegal mengawali penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Adi Soemarmo pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Tahun ini, kuota haji wilayah Jawa Tengah menembus angka masif yakni 34.122 orang. Angka tersebut mencakup 32.138 jemaah reguler, 1.706 prioritas lansia, serta ratusan petugas pendamping. Oleh karena itu, pemerintah membagi titik keberangkatan ke dalam dua pusat utama.

Sebanyak 81 kloter akan terbang melalui Embarkasi Solo dengan total muatan 28.772 jemaah. Sementara itu, 15 kloter khusus warga karesidenan Kedu lepas landas lewat Yogyakarta International Airport (YIA). Pembagian strategi ini bertujuan mengurai penumpukan serta mempercepat jadwal keberangkatan haji Jateng.

rincian data kuota dan layanan keberangkatan Haji Jateng 2026.
Ilustrasi rincian kuota, pembagian rute embarkasi, dan layanan jalur cepat pada keberangkatan Haji Jateng 2026. (Ilustrasi: jatengdata.com)

Layanan Cepat Makkah Route

Selain pemecahan embarkasi, panitia penyelenggara juga meningkatkan fasilitas demi kenyamanan fisik jemaah. Bandara Adi Soemarmo kini kembali mengaktifkan layanan Makkah Route Adi Soemarmo. Fasilitas jalur cepat imigrasi Pemerintah Arab Saudi ini sangat efektif memangkas durasi antrean.

Selanjutnya, petugas juga langsung membagikan sekaligus mengaktifkan kartu pintar Nusuk sejak rombongan tiba di asrama haji. Inovasi layanan ini memicu respons positif dari para petugas pendamping lapangan.

“Untuk tahun ini, saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” ujar Pembimbing Ibadah Kloter 3 asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto.

Fokus Ketahanan Fisik

Meskipun infrastruktur layanan makin memadai, rombongan Haji Jateng 2026 tetap wajib menjaga kondisi fisik secara mandiri. Perjalanan ibadah ini memakan durasi yang cukup panjang, yakni sekitar 40 hari. Oleh sebab itu, ketahanan stamina menjadi kunci utama kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Sebagai langkah antisipasi, panitia melalui Dinas Kesehatan juga telah meninjau ulang kelayakan istitha’ah atau kemampuan kesehatan fisik dan mental jemaah. Tim medis kini bersiaga 24 jam penuh untuk memberikan asesmen khusus kelayakan terbang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara khusus mengingatkan urgensi kesehatan jemaah. Beliau juga meminta seluruh anggota rombongan disiplin mengikuti instruksi pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” tegas Taj Yasin. Beliau kemudian menambahkan, “Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana.”

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.