Sambut 8.000 Peserta MTQ Nasional 2026, UMKM Semarang Panen Berkah
SEMARANG, jatengdata.com – Kehadiran 8.000 kafilah dalam ajang MTQ Nasional 2026 diproyeksikan membawa angin segar bagi perekonomian Jawa Tengah. Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan bahwa perhelatan akbar ini harus sukses mengangkat kesejahteraan ribuan pelaku UMKM setempat.
Kedatangan sekitar 8.000 kafilah dari 38 provinsi membuka peluang emas. Ribuan tamu ini tentu membutuhkan akomodasi, transportasi, hingga kuliner harian. Oleh karena itu, ajang MTQ Nasional 2026 menjanjikan perputaran uang yang masif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat momentum ini sebagai penggerak ekonomi daerah yang potensial.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan pentingnya memaksimalkan peluang tersebut. Ia meminta seluruh elemen memanfaatkan acara ini dengan optimal.
“Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sukses dalam acaranya, sukses dalam prestasinya, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana sukses mengungkit pertumbuhan ekonomi Jateng di masyarakat. Khususnya para pelaku UMKM,” ujar Taj Yasin.
Kolaborasi Angkat Potensi UMKM Semarang
Selanjutnya, pemerintah daerah juga merancang berbagai acara pendamping. Tujuannya adalah menarik lebih banyak pengunjung dan pembeli lokal. Dengan demikian, pelaku UMKM Semarang mendapatkan panggung promosi yang sangat luas.
Acara pendamping tersebut meliputi festival rebana hingga syiar keagamaan. Bahkan, panitia secara khusus menyiapkan festival Dugderan mini untuk memeriahkan suasana.
“Apalagi nanti akan ada event penyerta sebagaimana yang diusulkan Kota Semarang, antara lain festival rebana, dugderan mini, syiar keagamaan, dan lainnya,” ujar Taj Yasin.
Sinergi Sambut Ribuan Kafilah
Sementara itu, kesiapan infrastruktur terus dimatangkan menjelang perhelatan. Rangkaian acara akan berlangsung mulai 11 hingga 20 September 2026. Kota Semarang bertindak sebagai pusat seluruh aktivitas perlombaan dan pameran.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memastikan kesiapan logo dan maskot acara. Ia menyebut identitas visual tersebut membawa nilai luhur budaya lokal.
“Logo, maskot, dan usulan tema ini akan diusulkan ke Kemenag RI, untuk disetujui dan ditetapkan,” ujar Sumarno.
Pada akhirnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci kesuksesan. Pemerintah menargetkan layanan prima bagi seluruh tamu undangan. Oleh sebab itu, Jawa Tengah siap membuktikan diri sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.