Fakta Menarik Sejarah Ibrahim Tower RS Roemani Muhammadiyah, 13 Lantai Fasilitas Modern di Atas Tanah Wakaf Warga NU

20 Mei 2026, 13:43 WIB • 2 menit baca
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Direktur Utama RS Roemani dr. Sri Mulyani berpose di depan layar yang menampilkan Ibrahim Tower dalam acara peresmian di Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (paling kiri); Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (tengah); Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah, dr. Sri Mulyani (paling kanan); dan jajaran pimpinan lainnya berpose di depan layar LED yang menampilkan Ibrahim Tower, gedung baru 13 lantai, saat acara grand opening di Semarang, Rabu (20/5/2026). (Foto: Satrya)

SEMARANG, Jatengdata.com– Kapasitas layanan kesehatan Kota Semarang mencatat penambahan metrik yang signifikan. Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah resmi mengoperasikan Ibrahim Tower setinggi 13 lantai pada hari ini Rabu (20/5/2026). Menariknya, sejarah RS Roemani yang megah ini secara historis ternyata berdiri di atas lahan wakaf warga Nahdlatul Ulama (NU).

Lompatan Kapasitas dan Kolaborasi Lintas Organisasi

Peresmian gedung vertikal ini disaksikan langsung oleh sekitar 450 tamu undangan. Kehadiran tokoh-tokoh dari pimpinan wilayah hingga cabang Muhammadiyah, pimpinan puskesmas, hingga jajaran Pemerintah Kota Semarang menggarisbawahi vitalnya infrastruktur baru ini bagi ekosistem kesehatan regional.

Di balik kemegahan konstruksi 13 lantai tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkap sejarah RS Roemani yang jarang diketahui publik. Lahan rumah sakit tersebut rupanya berasal dari wakaf tanah warga NU.

Fakta historis ini memperlihatkan eratnya kerukunan umat beragama dan sinergi konkret lintas organisasi. Agustina menilai langkah tersebut sangat membantu memangkas beban pemerintah dalam memenuhi kuota fasilitas kesehatan Semarang.

“Ibrahim Tower menjadi penanda bahwa filantropi Islam hadir sebagai kekuatan pembangunan yang konkret. Kami bangga dengan teman-teman Muhammadiyah yang banyak memberikan manfaat bagi Kota Semarang,” ujar Agustina Wilujeng.

Layanan Berbasis Nilai Spiritual

Penambahan kapasitas ruangan dan fasilitas di Ibrahim Tower tidak sekadar mengejar angka pelayanan. Manajemen memastikan standar operasional medis tetap terintegrasi dengan pendekatan humanis.

Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah, dr. Sri Mulyani, menjelaskan bahwa target operasional gedung baru ini berfokus pada rasio keselamatan pasien yang lebih tinggi. Pembangunan gedung belasan lantai ini memakan waktu dan tantangan panjang sebelum akhirnya bisa beroperasi penuh.

“Gedung 13 lantai ini menjadi komitmen kami menghadirkan pelayanan yang aman, modern, nyaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar dr. Sri Mulyani.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan keseimbangan antara ekspansi fisik bangunan dan kualitas pelayanan sosial. Menurutnya, metrik keberhasilan sebuah fasilitas medis Islam juga diukur dari seberapa besar manfaat kemanusiaan yang disalurkan.

“Rumah sakit Muhammadiyah bukan hanya melayani kesehatan, tetapi juga membawa nilai ibadah dan kemanusiaan,” ujar Haedar Nashir.

Kehadiran Ibrahim Tower pada akhirnya tidak sekadar menambah angka fasilitas medis di ibu kota Jawa Tengah. Momentum peresmian gedung 13 lantai ini sekaligus mengukir babak baru yang manis dalam sejarah RS Roemani sebagai wujud abadi sinergi lintas ormas demi kemaslahatan masyarakat luas.

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.