Dipofuel Gen 3, Mesin 3 Ton Buatan Undip yang Ubah Sampah Plastik jadi Bensin

18 Oktober 2026, 13:51 WIB • 4 menit baca
Penampakan Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Gen 3 buatan Undip untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair.
INOVASI DIPOFUEL GEN 3 – Penampakan Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Generasi Ketiga (Gen 3) berbobot tiga ton hasil rancangan tim peneliti Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) yang dipamerkan dalam rangkaian Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome Tembalang, Semarang. Mesin canggih ini berkapasitas 200 kg sekali produksi dan mampu mengonversi limbah sampah plastik menjadi bahan bakar cair serta gas alternatif. (Foto: Dok. Humas Undip/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Persoalan sampah plastik yang sulit terurai menuntut masyarakat mencari solusi nyata. Menjawab tantangan itu, Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan inovasi Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Generasi Ketiga (Dipofuel Gen 3). Teknologi canggih ini mengonversi limbah plastik mentah menjadi bahan bakar cair.

Pihak kampus memamerkan inovasi tersebut dalam rangkaian Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Tim peneliti di bawah komando Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., selaku dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip, merancang Dipofuel Gen 3 secara khusus demi mengurangi tumpukan sampah plastik sekaligus mengolahnya menjadi produk bernilai guna.

Mesin ini menerapkan teknologi pirolisis, yakni memanaskan limbah plastik tanpa oksigen di dalam reaktor tertutup. Lewat metode itu, mesin memproses sampah plastik menjadi bahan bakar cair, gas sintesis, serta residu karbon padat yang bernilai fungsional.

Keunggulan utama Dipofuel Gen 3 terletak pada lonjakan kapasitas pengolahannya. Prototipe pertama hanya sanggup memproses 5 kilogram plastik,. Selanjutnya pada generasi kedua mampu menembus 100 kilogram. Dan kini generasi ketiga dapat mencapai 200 kilogram dalam sekali produksi.

Berlangsung dalam durasi 4 hingga 8 jam, mesin berkapasitas besar ini menghasilkan 60% bahan bakar cair, 20% gas bakar, serta 20% wax padat.

“Keunggulan generasi ketiga ini terutama pada kapasitasnya yang jauh lebih besar. Dari awalnya 5 kilogram, kemudian 100 kilogram, sekarang mencapai 200 kilogram sekali produksi,” jelas Prof. Didi.

Penyempurnaan Sistem dan Efisiensi Energi Dipofuel Gen 3

Guna menopang kapasitas pengolahan skala besar tersebut, perancang melengkapi Dipofuel Gen 3 dengan reaktor berkapasitas 1.000 liter berbahan plat besi berlapis insulator fiber ceramic. Sistem pemanasnya memanfaatkan bahan bakar biomassa, lengkap dengan panel kontrol suhu serta tekanan yang mengandalkan perangkat alarm dan sistem keselamatan kerja.

Tim peneliti juga menyempurnakan sistem kondensasi bertingkat demi mengalirkan keluaran bahan bakar cair secara optimal. Sementara itu, mesin mengalirkan kembali gas sampingan proses pirolisis menuju ruang pemanas melalui bantuan blower guna memicu pembakaran sekaligus menekan kebutuhan kayu bakar. Serangkaian penyempurnaan ini mendongkrak efisiensi energi dan membuat proses pengolahan limbah berjalan jauh lebih terkendali.

Meskipun menawarkan potensi besar dalam memproduksi bahan bakar alternatif, Prof. Didi menegaskan bahwa orientasi utama pengembangan Dipofuel Gen 3 bukan mengejar keuntungan komersial semata, melainkan menyediakan solusi tuntas bagi permasalahan sampah plastik.

“Jika dilihat secara ekonomi, mungkin belum sepenuhnya menghasilkan profit. Tetapi fokus utamanya adalah bagaimana masalah sampah bisa selesai. Contohnya di Batang, Jawa Tengah, alatnya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat petani setempat untuk pompa irigasi. Kami berharap kehadiran teknologi ini dapat mempermudah kehidupan masyarakat secara lebih luas,” ungkap Prof. Didi.

Infografis spesifikasi teknis dan hasil konversi Mesin Pirolisis Dipofuel Gen 3 buatan Undip dalam mengolah sampah plastik.
INFOGRAFIS TEKNOLOGI PIROLISIS – Visual data infografis yang merangkum spesifikasi, kapasitas, dan hasil konversi Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Gen 3 karya tim peneliti Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip).

Jaringan Kolaborasi Luas dan Proyeksi Skala Kelurahan

Efektivitas teknologi pirolisis buatan Undip ini memikat minat berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintahan. Kelompok tani di Batang sudah memanfaatkan alat ini. Kemudian lembaga pemasyarakatan, pondok pesantren di Jawa Timur, hingga pihak PLTU di Sulawesi Selatan menjajaki kerja sama pengelolaan limbah. Kendati demikian, Prof. Didi mengakui bahwa hilirisasi teknologi dalam cakupan lebih masif memerlukan sokongan penuh dari pemerintah, kesiapan sumber daya manusia, serta kelengkapan regulasi dan perizinan resmi.

Proses perakitan Dipofuel Gen 3 berbobot total sekitar tiga ton ini rampung dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. Usai perhelatan Dies Natalis, perangkat mesin tersebut langsung beroperasi di lingkungan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Undip.

Prof. Didi menaruh harapan besar agar mesin canggih ini berfungsi sebagai prototipe perintis pengolahan sampah plastik tingkat kelurahan. Sebelum nantinya naik tingkat menuju kapasitas industri yang lebih masif.

“Harapan kami, mesin ini bisa menjadi prototipe pionir untuk pengolahan sampah, setidaknya pada skala kelurahan. Ke depan, kapasitasnya masih berpeluang dikembangkan hingga skala ton dan diterapkan di masyarakat maupun industri,” pungkasnya.

Kehadiran Dipofuel Gen 3 di momentum Dies Natalis ke-69 Undip membuktikan dedikasi institusi dalam membumikan riset aplikatif yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Lewat penyempurnaan teknologi pirolisis, Undip konsisten merintis jalan pengubahan limbah menjadi produk bernilai guna. Hal tersebut selaras dengan semangat Undip Bermartabat dan Bermanfaat serta Diktisaintek Berdampak.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.