Ciptakan Aplikasi AI Pantau Nutrisi Anak, Peneliti RI Juara di Singapura

21 September 2026, 11:26 WIB • 2 menit baca
Sekelompok delapan orang berpose di depan latar belakang acara resmi dengan tulisan 'Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026'. Dua orang di tengah memegang papan besar. Papan kiri bertuliskan 'FeedWise' dan papan kanan bertuliskan 'Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon WINNER'. Terdapat logo SingHealth Duke-NUS Global Health Institute.
Perwakilan tim kolaborasi Indonesia (Undip, BRIN, Poltekkes Kemenkes) yang mengembangkan aplikasi FeedWise berpose bersama panitia setelah diumumkan sebagai salah satu pemenang Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 di Singapura.

SINGAPURA, Jatengdata.com – Inovasi teknologi bernama FeedWise berhasil membawa tim peneliti gabungan Indonesia meraih gelar juara dalam ajang Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 di Singapura. Aplikasi AI pantau nutrisi anak ini sukses menyisihkan inovator lainnya berkat solusi konkretnya terhadap isu kesehatan maternal.

Dalam perhelatan yang berlangsung pada 18–19 September 2026 tersebut, tim kolaborasi Universitas Diponegoro (Undip), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Poltekkes Kementerian Kesehatan sukses mencetak kemenangan prestisius. Inovasi kesehatan Undip beserta mitranya ini fokus mengatasi persoalan gizi ibu hamil hingga pemenuhan nutrisi bayi dan anak usia dini.

Solusi Digital Pantau Tumbuh Kembang Anak

Tim peneliti merancang FeedWise sebagai platform pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mudah orang tua akses melalui smartphone. Berbekal antarmuka yang ramah pengguna, kehadiran aplikasi kesehatan anak ini memungkinkan orang tua dan tenaga medis melakukan proses pemantauan tumbuh kembang balita secara lebih praktis, terstruktur, dan berkelanjutan.

Tentu saja, pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras pakar lintas keilmuan yang mengisi formasi tim kreator aplikasi FeedWise. Secara rinci, mereka terdiri atas Prof. Rifky Ismail (Undip), Paramashanti Bunga Astria, Ph.D. (BRIN), Prof. Tri Siswati (Poltekkes Kemenkes), serta Tri Ismiyanto selaku praktisi pekerja sosial di bidang kesehatan.

Keberhasilan menembus panggung global ini membuktikan bahwa riset lintas institusi mampu menjawab tantangan riil masyarakat. Bukan sekadar berhenti sebagai teori akademis.

“Sinergi perguruan tinggi, lembaga riset nasional, institusi pendidikan kesehatan, dan praktisi lapangan menjadi kekuatan kami dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Prof Rifky.

Raih Pendanaan Ratusan Juta Rupiah

Setelah melewati fase mentoring dan presentasi ketat di hadapan panel juri internasional, tim Indonesia sukses bersanding dengan inovator asal Thailand dan Bangladesh sebagai tiga pemenang utama. Selain itu, SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) bersama mitra strategis kesehatan Asia-Pasifik turun langsung menyelenggarakan ajang bergengsi ini.

Sebagai juara Hackathon Singapura 2026, tim peneliti berhak mendapatkan pendanaan awal sebesar SGD 25.000 (sekitar Rp 295 juta) dalam bentuk non-tunai. Program inkubasi eksklusif juga akan menggembleng mereka selama enam bulan, dari Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Berbekal dukungan strategis tersebut, tim peneliti memproyeksikan FeedWise segera melewati tahapan uji coba dan penyempurnaan. Ke depannya, mereka berharap aplikasi AI pantau nutrisi anak ini segera bertransformasi menjadi solusi digital andalan. Khususnya untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan di Indonesia maupun kawasan Asia-Pasifik.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.