Cara Akademisi Ubah Kebijakan Lewat Menulis Artikel Populer

13 Juli 2026, 11:51 WIB • 2 menit baca
Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, Ketua S2 PWK UNISSULA, dalam jas krem, berbicara saat direkam oleh jurnalis dengan smartphone di aula.
Ketua Program Studi S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), UNISSULA, Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, dalam keterangannya kepada media.

SEMARANG,Jatengdata.com – Ruang kuliah pasif bisa bertransformasi menjadi arena adu gagasan kritis yang menyasar langsung para pengambil kebijakan. Strateginya sederhana namun cukup efekti. Yakni dengan membekali para mahasiswa untuk menulis artikel populer di media yang bisa mengubah arah pembangunan berkelanjutan.

Ketua Program Studi S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), UNISSULA, Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, menekankan mahasiswa magister perencanaan wilayah dituntut tanggap melihat realita. Mereka tidak boleh sekadar pasif menelan teori di ruang kelas.

“Mahasiswa program magister perencanaan tidak boleh menutup mata. Mereka harus mampu mencermati setiap jengkal pembangunan di negeri ini,” tandas Dr. Agung Ridlo, Senin (13/7/2026) di Semarang.

Transformasi pendidikan masa kini, sambung dia, mendorong mahasiswa harus aktif menguliti persoalan riil di lapangan. Isu krusial tata ruang hingga dinamika proyek strategis membutuhkan pemikiran yang tajam dan solutif.

Ketegasan instruksi dari program studi magister ini memicu lahirnya tradisi intelektual baru. Akademisi muda tak hanya menulis untuk jurnal imiah, tapi juga harus bisa merumuskan ide dan menyalurkan gagasan langsung ke ruang publik. Kemampuan dasar menulis artikel populer bertindak sebagai jembatan strategis antara gagasan kampus dan dunia nyata.

Analisis Lintas Sektor untuk Pemangku Kebijakan

Dr. Agung Ridlo menerangkan, perencanaan sebuah wilayah selalu memadukan aspek fisik, kondisi sosial-ekonomi, hingga koridor politik. Analisis yang sempit berpotensi melahirkan kebijakan yang merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, penugasan opini kritis terintegrasi langsung ke dalam berbagai mata kuliah strategis.

“Oleh karena itu, kami meminta mereka untuk tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak dengan menuangkan gagasan, analisis sebab-akibat dari berbagai permasalahan, hingga konsep solusi yang baik dan benar,”tandas Dr. Agung Ridlo memaparkan metodenya.

Langkah berani ini memastikan gagasan akademis mencapai sasaran yang tepat. Hasil pemikiran kritis ini langsung menyasar para pemangku kepentingan. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat mendapatkan referensi publik yang kredibel, segar, dan aplikatif.

Iklim literasi yang terbangun kuat ini membuahkan hasil nyata di berbagai tingkatan. Mahasiswa kini mahir membedah kebijakan kota, memetakan solusi provinsi, hingga menyoroti secara tajam mega proyek sekelas IKN. Tradisi keilmuan ini bisa mengubah mahasiswa pascasarjana menjadi perencana wilayah berkaliber nasional, kata Dr. Agung.

Dengan penguasaan analisis ruang dan kecakapan menulis artikel populer, magister PWK UNISSULA memastikan para alumninya siap berdiri di garis depan mengawal perubahan positif bagi nusa dan bangsa.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.