Bikin Sabun Jadi Cuan, Inilah Wujud Pemberdayaan Masyarakat Desa!

13 Agustus 2026, 09:58 WIB • 3 menit baca
Instruktur farmasi sedang meracik bahan pembuatan sabun cair di atas meja dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat desa untuk ibu-ibu PKK di Balai Desa Delik, Kabupaten Semarang.
Seorang pemateri ahli farmasi tengah mendemonstrasikan proses peracikan bahan sabun cair yang aman untuk anak dan dewasa kepada para peserta di Balai Desa Delik, Kabupaten Semarang. Pelatihan ini merupakan wujud nyata pemberdayaan masyarakat desa guna mendorong lahirnya UMKM baru dari kalangan ibu rumah tangga. (Foto; Dok. KKN)

KABUPATEN SEMARANG, Jatengdata.com – Kolaborasi taktis antara tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN UIN Walisongo 2026 dan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Indonesia Power sukses menyulap keterampilan meracik sabun cair menjadi pendorong ekonomi baru bagi para ibu rumah tangga di Kabupaten Semarang. Terlebih lagi, langkah pemberdayaan masyarakat desa ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan pondasi konkret untuk mencetak UMKM lokal sekaligus mewujudkan inisiatif program desa mandiri.

Langkah taktis ini bermula dari Balai Desa Delik, Kecamatan Tuntang, pada Kamis (6/8/2026). Kala itu, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 43 menggandeng para ahli dari STIKES Ar-Rum untuk melatih jajaran ibu-ibu PKK.

Tentu saja, mereka tidak bekerja sendirian, sebab PLN Indonesia Power UBP Mrica Sub Unit PLTA Jelok dan Pemerintah Desa Delik turut menyokong penuh pelaksanaan kegiatan tersebut guna mewujudkan program desa mandiri. Fokus utamanya sangat jelas, yakni memberikan keterampilan praktis bernilai jual tinggi melalui upaya nyata pemberdayaan masyarakat desa.

Peserta pelatihan menerima bimbingan langsung dari tiga apoteker ahli, yaitu apt. Edi Sutarmanto, S.Farm., M.Farm., apt. Aria Sanjaya, S.Farm., M.Farm., dan apt. Aditya Nuryanto Saputra, S.Farm., M.Farm. Secara bergantian, mereka mengupas tuntas tahapan pemilihan bahan alami hingga proses pengolahan yang menjamin keamanan bagi kulit anak maupun dewasa.

Seluruh peserta kemudian mempraktikkan teori tersebut hingga berhasil memproduksi sabun cair dalam kemasan botol berlabel khusus sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat desa.

Sebagai hasilnya, kolaborasi lintas sektor dalam KKN UIN Walisongo 2026 ini sukses membangkitkan antusiasme para warga desa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, apalagi untuk ibu-ibu nanti bisa buat kegiatan di rumah, mungkin untuk menambah income pendapatan demi membantu ekonomi keluarga,” ujar Bu Sri Wuwuh, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Delik.

Ubah Keterampilan Menjadi UMKM Baru

Perwakilan mahasiswa, Shorichatul Munawwaroh, menegaskan pemilihan produk sabun bukan tanpa alasan. Sabun merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang pasarnya selalu terbuka setiap hari. Mahasiswa merancang program desa mandiri ini agar dampak ekonominya terus berlanjut melampaui masa pengabdian kampus.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dipraktikkan kembali di rumah,” ujar Shorichatul.

Di sisi lain, pemerintah desa menyambut sangat baik inisiatif ekonomi bersama CSR PLN Indonesia Power tersebut. Bahkan, Kepala Desa Delik, Punadi, S.E., memproyeksikan lahirnya sentra usaha baru jika warganya telaten mengelola ilmu dari pelatihan ini.

“Harapan saya sederhana, ilmu dan keterampilan yang sudah dikuasai betul-betul dimanfaatkan secara konsisten. Semoga ini bisa membuka peluang usaha baru bagi warga dan memicu lahirnya UMKM-UMKM lokal baru di Desa Delik,” ujar Punadi.

Pemerintah desa dan seluruh mitra berharap, inisiatif pemberdayaan masyarakat desa ini menjadi lompatan awal untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan kreativitas warga secara berkelanjutan.

Kontributor: KKN UIN Walisongo Semarang Posko 43
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.