Bidik Titik Ekonomi Baru, Kerja Sama Jateng Aceh Eksekusi Dana Rp1,06 Triliun

24 April 2026, 12:07 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf berjabat tangan saat peresmian kerja sama Jateng Aceh senilai Rp1,06 triliun.
Peresmian Kerja Sama Jateng Aceh oleh Ahmad Luthfi dan Muzakir Manaf

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Aceh resmi menyepakati perputaran dana senilai Rp1,06 triliun guna menciptakan pusat ekonomi baru di kedua daerah. Kesepakatan bisnis lintas sektor ini ditandatangani secara langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Muzakir Manaf di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026).

Suntikan dana triliunan tersebut mengalir melalui berbagai sektor strategis secara komprehensif. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memegang porsi terbesar dalam kerja sama Jateng Aceh ini dengan nilai transaksi mencapai Rp696,2 miliar. Sinergi masif ini mencakup aksi korporasi PT JTAB dengan Pema, serta kolaborasi lintas perbankan antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh. Selanjutnya, berbagai organisasi perangkat daerah turut menyumbang kesepakatan senilai Rp138,56 miliar pada sektor riil.

Infografis rincian alokasi dana kerja sama Jateng Aceh senilai Rp1,06 triliun pada sektor BUMD, swasta, dan OPD.
Rincian pembagian investasi dan fokus sinergi kolaborasi ekonomi antara Provinsi Jawa Tengah dan Aceh menuju pusat ekonomi baru. (Grafis: jatengdata.com)

Oleh karena itu, kesepakatan ekonomi lintas pulau ini bukan sekadar seremoni belaka. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah 2026.

“Kita melakukan kerja sama business to business (B to B) mulai dari OPD, BUMD, serta Hipmi dan Kadin. Nilainya sekitar Rp1,06 triliun. Ini menjadi potensi awal untuk kita kembangkan di masing-masing daerah,” ujar Ahmad Luthfi.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

Selain itu, skema pemerintah yang kolaboratif menjadi motor utama penggerak investasi ini. Masing-masing daerah tidak lagi berjalan sendiri melainkan saling melengkapi potensi dan kebutuhan pasar. Alhasil, dampak ekonomi Ahmad Luthfi melalui kebijakan strategis ini siap menciptakan pusat ekonomi baru.

Sementara itu, pelaku usaha swasta juga langsung tancap gas merealisasikan pakta bisnis tersebut. Kadin dan Hipmi dari kedua provinsi sepakat mengeksekusi transaksi usaha hingga Rp230 miliar. Bahkan, langkah taktis ini langsung menyentuh level akar rumput secara spesifik. Pemerintah Kabupaten Klaten resmi menggandeng Gayo Lues guna menggarap sektor pariwisata dan industri senilai Rp1 miliar. Kehadiran investasi Rp1 triliun Jateng dan Aceh ini jelas menunjukkan peta jalan pembangunan yang terukur.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut antusias langkah progresif tersebut. Ia mengapresiasi kapasitas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat mengelola wilayah berpenduduk sangat padat.

“Kita berharap ini memberikan motivasi lebih kepada kami, untuk membangun Aceh. Nanti kita lebih sering komunikasi, terkait segi perdagangan dan segi aparatur negara,” ujar Muzakir Manaf.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.