Selamat Tinggal Bau Dapur! Aplikasi Sampah Kudus Jemput Langsung

9 Juni 2026, 21:18 WIB • 2 menit baca
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris beserta perwakilan Djarum Foundation dan PKK meresmikan peluncuran Aplikasi Sampah Kudus Asik untuk kelola sampah organik rumah tangga di Pendopo Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (tengah) bersama Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara dan jajaran terkait menekan tombol peresmian program Digital Pick-up Point Kudus Asik (Aplikasi Sampah Kudus) di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2026). Kolaborasi ini mempermudah warga dalam mengelola sampah organik langsung dari rumah tangga.

KUDUS, Jatengdata.com – Ratusan keluarga resmi meninggalkan kebiasaan lama membuang sisa makanan ke tong depan rumah karena kini mereka mengandalkan sistem penjemputan pintar. Hanya lewat satu sentuhan layar, mitra pengumpul siap mengambil dan mengelola limbah organik langsung dari sumbernya secara profesional menggunakan aplikasi sampah Kudus.

Peluncuran program Digital Pick-up Point Kudus Apik dan Resik (Asik) mewujudkan transformasi ini. Inovasi tersebut menyasar langsung sumber masalah utama, yakni kebiasaan membuang limbah sembarangan pada skala rumah tangga. Pemerintah daerah menyadari cara konvensional tidak lagi efektif untuk menjawab tantangan tata kota modern.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak, ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2026).

Kepala daerah menegaskan aplikasi sampah Kudus ini membawa misi perubahan perilaku masyarakat secara luas. Warga wajib membudayakan kebiasaan memilah sisa makanan agar volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir menurun drastis.

Target Ribuan Mitra Djarum Foundation Kudus

Kolaborasi strategis dengan Djarum Foundation memuluskan inovasi penjemputan digital ini. Pihak swasta menyediakan infrastruktur teknologi sekaligus membangun ekosistem tata kelola limbah yang efisien.

“Kami percaya bahwa memilah sampah adalah salah satu kunci, untuk menjaga lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, yang dilansir Jatengdata dari laman Pemprov Jateng.

Mutiara menambahkan, pengembang merancang platform digital tersebut secara khusus untuk mempermudah akses dan memperluas dampak positif kelola sampah organik. Saat ini, 575 mitra aktif menjemput limbah harian milik warga. Penyelenggara menargetkan perluasan jejaring pengumpul ini hingga mencapai 1.000 mitra pengelola aktif.

Kekuatan Komunitas Emak-Emak

Peran aktif ibu rumah tangga menjadi tumpuan utama kesuksesan gerakan Kudus Asik. Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat terkait tata cara penggunaan fitur penjemputan digital tersebut.

“Melalui kader PKK, kami terus mendorong keluarga dan rumah tangga untuk membiasakan memilah sampah dari rumah, sebagai langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi lingkungan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris.

Konsistensi menggunakan aplikasi sampah Kudus akan menentukan masa depan lingkungan daerah tersebut. Warga yang rutin menyetor dan mengelola sampah organik bahkan berpeluang meraih penghargaan tingkat kabupaten seperti pemenang Lomba Keluarga Asik. Langkah kecil menjaga kebersihan di dapur kini menjadi penentu utama kelestarian bumi di masa depan.

Editor: Agung S Bakti
Sumber: Laman Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.