Tekan 3.000 Ton Limbah Sehari, Jateng Kunci Target Zero Sampah 2029
SEMARANG, jatengdata.com – Sebanyak 3.000 ton sampah per hari di Jawa Tengah akan segera terkelola lewat tiga sistem aglomerasi regional demi mengamankan misi zero sampah 2029. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyetujui langsung skema penanganan tersebut bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan tujuh kepala daerah di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Lampaui Standar Nasional
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat prestasi signifikan dari Provinsi Jawa Tengah. Saat ini, angka penanganan sampah Jateng sudah menyentuh 30 persen. Pencapaian tersebut jelas melampaui rata-rata nasional yang baru mencapai 26 persen. Oleh karena itu, pemerintah pusat memberikan apresiasi khusus atas kinerja ini.
“Terima kasih atas antusiasme dan kerja keras Gubernur, yang cukup cepat mengatasi dinamika yang terjadi di Jawa Tengah,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Lebih lanjut, Hanif meyakini langkah kolaboratif ini akan membawa dampak besar bagi lingkungan. Ia berharap aglomerasi baru ini segera meringankan beban ekologis daerah.
“Pengelolaan ini harapannya berkontribusi langsung dalam pengurangan sampah nasional sebesar 3.000 ton per hari,” kata Hanif.
Roadmap Zero Sampah 2029

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu tidak lekas berpuas diri dengan capaian tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung membeberkan strategi lanjutan. Pihaknya memastikan jajaran pemerintah telah menyusun peta jalan pengelolaan yang sangat terstruktur. Target utamanya adalah mewujudkan zero sampah 2029 di seluruh pelosok kabupaten dan kota.
Sebagai langkah konkret, pemerintah segera menerjunkan Satgas Sampah desa hingga tingkat kelurahan. Selain itu, mereka juga memperluas penggunaan teknologi pengolahan modern untuk mempercepat pemusnahan limbah.
“Selain pengelolaan sampah secara aglomerasi, Pemprov Jateng mulai mengembangkan refuse derived fuel (RDF) di sejumlah daerah, di antaranya di Magelang, Banyumas, Cilacap dan lain sebagainya,” jelas Luthfi.
Sinergi Hulu dan Hilir
Selanjutnya, Luthfi menegaskan bahwa mesin secanggih apa pun tidak akan cukup untuk menyelesaikan krisis. Ia mendorong partisipasi aktif seluruh warga melalui Gerakan Jawa Tengah ASRI. Langkah taktis ini bertujuan memilah sampah langsung dari rumah tangga.
“Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana memilah dan memilih sampah. Artinya, di tingkat hulu dan hilir harus bekerja sama, sehingga ini akan tuntas secara bersama-sama,” tegas Luthfi.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.