Akhir Memilukan: Terseret 3,5 KM, Dua Bocah Tenggelam Banjarnegara Ditemukan Meninggal

16 Juli 2026, 17:35 WIB • 2 menit baca
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan relawan mengevakuasi kantong jenazah oranye berisi korban bocah tenggelam di Banjarnegara dari aliran air berbatu.
Personel tim SAR gabungan bersama unsur TNI mengevakuasi jasad salah satu korban bocah tenggelam di aliran Irigasi Singomerto, Banjarnegara. Korban ditemukan meninggal dunia sejauh 3,5 KM dari lokasi awal terseret arus. (Foto: Dok. Basarnas)

BANJARNEGARA, Jatengdata.com – Harapan keluarga di Desa Kalibenda pupus sudah. Drama pencarian dua bocah tenggelam Banjarnegara di Irigasi Singomerto berakhir duka setelah tim SAR gabungan mengevakuasi kedua korban dalam kondisi tak bernyawa. Arus air ternyata menyeret mereka sangat jauh, mencapai 3,5 kilometer dari lokasi awal.

Keberhasilan tim SAR menemukan jasad Muhammad Fadli Al Fayad (10) dan Zafran (12) menutup operasi pencarian sejak Rabu (15/7/2026) kemarin sore. Tragedi ini menjadi babak akhir dari insiden memilukan pada pemberitaan sebelumnya,

Arus Deras Menyeret Korban Sangat Jauh

Kerja keras puluhan personel tim SAR gabungan saat menyisir dan menyelam sejak pagi akhirnya membuahkan hasil. Tim penyelamat mendapati jasad kedua korban pada waktu dan lokasi yang berbeda seiring derasnya arus bawah permukaan irigasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang, Budiono, menjelaskan timnya menemukan korban pertama pukul 09.35 WIB pada jarak 1,7 KM. “Lalu tim menemukan korban kedua pukul 15.00 WIB berjarak 3,5 KM dari lokasi terakhir warga melihat mereka,” jelasnya.

Fakta ini menegaskan betapa kuatnya pusaran air saluran irigasi tersebut, padahal warga sebelumnya hanya memperkirakan kedalamannya sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Petugas Mengevakuasi Jasad ke RSUD

Sesaat setelah mengangkat korban dari aliran air berbatu, petugas gabungan langsung mengurus jenazah tersebut. Tim rescue bahu-membahu memindahkan kantong jenazah melewati medan yang cukup curam.

“Alhamdulillah tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua anak yang hilang tenggelam. Namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tim langsung membawa keduanya ke RSUD Banjarnegara untuk pemeriksaan penyebab kematian korban,” ungkap Budiono lebih lanjut.

Keberhasilan penemuan kedua korban ini membuat pihak Basarnas secara resmi menutup operasi SAR. Mewakili seluruh tim, Budiono menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga.

Tragedi hilangnya nyawa di irigasi Singomerto Sigaluh ini harus menjadi pelajaran berharga dan peringatan keras bagi masyarakat agar selalu mengawasi anak-anak tanpa lengah sedikit pun.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.