Investasi Rp 9,7 Triliun Masuk Jateng Desember Ini, dari Ekspansi hingga Pabrik Baru

2 November 2026, 21:14 WIB • 4 menit baca
Rombongan pejabat daerah mengenakan perlengkapan keselamatan saat meninjau aktivitas pekerja di lini produksi sebuah pabrik manufaktur berskala besar yang terintegrasi dengan proyek Investasi Jateng Rp 9,7 Triliun.
KESIAPAN KAWASAN INDUSTRI – Rombongan pejabat daerah bersama perwakilan perusahaan meninjau langsung operasional alat berat dan aktivitas pekerja di lini produksi salah satu pabrik manufaktur di Jawa Tengah. (Foto: Humas/Jatengdata.com)

SEMARANG. Jatengdata.com –Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap menyambut gelombang investasi senilai Rp 9,7 triliun dari sejumlah perusahaan asing. Komitmen strategis ini mencakup ekspansi industri yang telah beroperasi di daerah tersebut sekaligus rencana relokasi perusahaan mancanegara. Para calon investor menargetkan pembangunan awal atau groundbreaking sejumlah proyek mulai bergulir pada Desember 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa rencana aliran modal tersebut memancarkan sinyal kuat mengenai tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha lokal. Menurutnya, pemerintah daerah berhasil menarik minat modal asing berkat kepastian perizinan, kondusivitas wilayah, kesiapan infrastruktur, serta ketersediaan sumber daya manusia unggul.

“Kami mendapatkan sekitar Rp 9,7 triliun investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah, juga kerja sama sister province dengan provinsi di Vietnam,” kata Luthfi, Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan pemerintah menjaring nilai investasi raksasa dalam waktu singkat ini tidak lepas dari kepercayaan penuh pemodal terhadap potensi Jawa Tengah. Oleh sebab itu, Luthfi meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga iklim usaha agar komitmen tersebut segera terealisasi tanpa hambatan.

“Tidak mudah mendapatkan Rp 9,7 triliun dalam beberapa hari. Investasi ini bisa kita dapatkan karena ada trust atau kepercayaan. Jadi, kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi,” ujar Luthfi.

Hasil Penjajakan di Vietnam dan Rencana Groundbreaking

Di sisi lain, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menjelaskan rentetan proses penjajakan tersebut. Ia menyebut hasil gemilang ini bermula dari agenda promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi (trade, tourism, and investment/TTI) yang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) selenggarakan di Vietnam.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng mengirimkan tim khusus untuk mengikuti agenda strategis tersebut. Selain mempromosikan potensi daerah, tim ini juga merajut kerja sama antarpemerintah dengan Provinsi Quang Ninh sekaligus mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra bisnis internasional.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, sejumlah perusahaan langsung menyampaikan komitmen resmi melalui nota kesepahaman (MoU) maupun surat pernyataan minat (LoI). Salah satu penyumbang investasi Jateng Rp 9,7 Triliun ini datang dari sebuah perusahaan garmen berskala raksasa dengan nilai mencapai Rp 4,6 triliun. Perusahaan ini berencana memulai groundbreaking proyek pabrik barunya pada Desember 2026.

Selanjutnya, sebuah perusahaan asal Vietnam yang bergerak di bidang sepatu, tas kulit, dan parfum juga berencana memperluas jaringan usahanya. Perusahaan yang sebelumnya telah mengoperasikan pabrik di Jepara ini menjajaki ekspansi ke daerah lain di Jawa Tengah dengan suntikan dana sekitar Rp 2,9 triliun. Sementara itu, satu perusahaan asal Tiongkok turut merencanakan relokasi pabrik ke Jawa Tengah dengan membawa modal sekitar Rp 2,17 triliun.

“Di bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp 9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent,” papar Urip.

Adaptasi Kawasan Industri Terpadu di Brebes

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemprov Jateng berencana mengadaptasi pola pengembangan kawasan industri yang sukses Vietnam terapkan. Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah akan menyiapkan kebutuhan dasar industri sejak awal. Dengan demikian, pengusaha tidak perlu pusing mengurus persoalan lahan, infrastruktur, perizinan, hingga rantai pasok bahan baku dan ketersediaan tenaga kerja secara mandiri.

Menurut Urip, pemerintah wajib mengambil peran lebih aktif dalam mematangkan sebuah kawasan sehingga proses penanaman modal berjalan lebih terarah. Dari 12 daerah yang telah mengajukan usulan kawasan industri baru, tim Pemprov Jateng akan mengkaji tiga hingga empat lokasi untuk menerapkan pola adaptasi tersebut. Kabupaten Brebes masuk sebagai salah satu kandidat utamanya guna memfasilitasi investasi Jateng Rp 9,7 Triliun ini secara optimal.

“Kami akan mencoba mereplikasi pola di Vietnam di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang berminat dan sudah mengajukan kawasan industri baru, ada tiga sampai empat titik yang akan kami coba dengan formula seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes,” ujarnya.

Sebagai penutup, pemerintah berharap masuknya modal asing ini tidak sekadar berhenti pada angka komitmen di atas kertas. Realisasi proyek ini akan menentukan sejauh mana penanaman modal tersebut mampu memperluas kegiatan industri, membuka ribuan lapangan kerja baru, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Tengah secara merata.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.