Ribuan Santri Terima Tali Asih Penghafal Quran dari Pemprov Jateng

1 November 2026, 19:35 WIB • 4 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen tersenyum saat menyerahkan piagam penghargaan dan tali asih penghafal Quran kepada wisudawati santri dalam acara Haflah Khotmil Qur'an.
APRESIASI SANTRI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (kedua dari kiri), menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan dan tali asih penghafal Quran kepada salah satu wisudawati santri berprestasi. Momen ini berlangsung pada puncak acara Haflah Khotmil Qur'an ke-15 di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng/Jatengdata.com)

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat dukungan nyata terhadap pondok pesantren dan para santri. Pemerintah memfokuskan bantuan ini bagi mereka yang menekuni pendidikan kitab suci Al-Qur’an.

Pemprov mewujudkan dukungan tersebut melalui penyaluran tali asih penghafal Quran secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah rutin memberikan insentif bagi guru agama serta beasiswa pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memaparkan capaian program tersebut. Ia mencatat lebih dari 2.000 hafiz dan hafizah masuk dalam pendataan Pemprov Jateng hingga tahun 2026.

Menurut Gus Yasin, angka tersebut membuktikan kontribusi besar pesantren dalam mencetak generasi qurani. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh memberikan apresiasi kepada para santri berprestasi ini.

“Ini bentuk dari pemerintah bahwa kita benar-benar mengapresiasi dan mendukung penuh keberadaan pondok-pondok pesantren tahfizul Quran. Santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an mendapatkan tali asih sebesar Rp1 juta per orang,” ujar Taj Yasin di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Ahad (1/11/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses pencairan dana ini tidak memerlukan pengajuan proposal. Pengurus pesantren cukup mengirimkan undangan kegiatan wisuda santri. Selanjutnya, mereka tinggal menunjukkan bukti penyelesaian hafalan di hadapan kiai atau pembimbing.

Perluasan Beasiswa dan Insentif Guru Agama

Lebih lanjut, Taj Yasin menegaskan perluasan cakupan perhatian pemerintah daerah. Pemerintah tidak hanya membantu santri, tetapi juga mendukung para kiai, ustaz, dan kelembagaan pendidikan pesantren.

Pemprov Jateng mengandalkan program Pesantren Obah untuk melanjutkan inisiatif pemerintahan sebelumnya. Pemerintah sekaligus melengkapi berbagai sektor dukungan yang masih membutuhkan penguatan.

Sebagai wujud nyata, pemerintah menyalurkan insentif khusus bagi para guru agama setiap tahun. Pemerintah juga memperluas akses beasiswa pendidikan tinggi bagi para santri berprestasi.

“Kalau ada program yang sudah baik pada pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang kita lengkapi. Termasuk apresiasi kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur’an, insentif guru agama, dan sekarang kita tambahkan beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” jelasnya.

Program beasiswa ini menjangkau berbagai perguruan tinggi unggulan di Jawa Tengah. Daftar kampus tersebut meliputi UIN Walisongo, UIN Salatiga, UNS, Unnes, dan Unissula.

Tak hanya kampus dalam negeri, Pemprov Jateng turut memfasilitasi santri kuliah ke luar negeri. Negara tujuan favorit santri mencakup Yaman, Mesir, dan Tiongkok. Di samping itu, pemerintah menyalurkan beasiswa bagi mahasantri Ma’had Aly di lingkungan pondok pesantren dengan total penerima mencapai 420 orang.

“Kalau ditotal, jumlah santri, mahasiswa, dan mahasantri yang kita fasilitasi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, baik di luar negeri, perguruan tinggi di Jawa Tengah, maupun Ma’had Aly, tahun ini sudah lebih dari 500 orang,” ungkapnya.

Pengabdian Alumni dan Pesan Menjaga Hafalan

Taj Yasin memaparkan visi besar di balik program beasiswa tersebut. Pemerintah menargetkan penguatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh di lingkungan pesantren.

Oleh sebab itu, ia berharap para penerima beasiswa kembali ke pondok usai merampungkan kuliah. Mereka wajib mengabdikan ilmu dan keahlian profesional untuk kemajuan pesantren asalnya.

Para alumni bebas menyesuaikan bentuk pengabdian dengan kebutuhan lembaga dan arahan kiai. Mereka bisa menjadi tenaga pengajar, mengembangkan ekonomi UMKM, atau memberikan layanan keahlian khusus.

Menurutnya, wawasan pendidikan santri era modern semakin berkembang luas. Para santri kini bebas menekuni berbagai disiplin ilmu non-agama seperti teknik dan kedokteran.

Ia mencontohkan keberhasilan seorang santri Jawa Tengah yang menembus fakultas kedokteran Universitas Al-Azhar Mesir. Lulusan ini nantinya bisa pulang untuk membangun fasilitas kesehatan pesantren secara mandiri.

“Harapannya, setelah lulus bisa kembali mengabdi ke pesantren. Kalau ada santri yang sakit, misalnya, tidak harus selalu keluar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ada alumni pesantren yang memiliki keahlian di bidang kedokteran dan bisa membantu memberikan pelayanan,” tuturnya.

Pada puncak acara, Taj Yasin menitipkan pesan mendalam kepada para wisudawan. Ia mengingatkan pentingnya merawat kemampuan menghafal 30 juz tersebut.

Para santri harus menjadikan kegiatan membaca dan mengulang hafalan sebagai rutinitas harian. Tindakan meninggalkan Al-Qur’an juga mencakup kebiasaan melalaikan kegiatan murajaah.

“Jangan sampai sudah hafal Al-Qur’an 30 juz, sudah diwisuda, tetapi kemudian tidak pernah lagi dibaca dan diulang. Ini yang harus dihindari. Hafalan Al-Qur’an harus terus dijaga dengan murajaah,” pesannya.

Melalui program tali asih penghafal Quran ini, pemerintah menitipkan harapan besar. Para wisudawan harus menjaga kemuliaan kitab suci melalui pengamalan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga adik-adik yang diwisuda benar-benar memiliki ilmu yang barokah. Yang paling utama, teruslah mencintai Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan, khususnya pesantren,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.